Pasalnya, Bamsoet sempat gagal berkali-kali saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Saat itu, ia bahkan merasa dunia kiamat.
"Siapa yang nyangka perjalanan hidup seseorang ya. Saya saja nggak nyangka waktu itu gagal lima kali jadi anggota DPR. Terakhir tahun 2004 gagal saya merasa kiamat gitu ya," kata Bamsoet saat Blak-blakan detikcom yang ditayangkan hari ini Rabu (7/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika saya jadi Ketua DPR pun saya nggak tahu. Saya bukan darah biru di Partai Golkar. Saya berasal dari orang biasa saja di Partai Golkar. Ada anak mantan menteri, ada anak mantan petinggi-petinggi negeri ini kan, pesaing saya kan itu," sambungnya.
Namun Bamsoet dapat menarik hikmah positif dari pengalaman kegagalannya tersebut. Ternyata, ada pelajaran berharga yang didapat dari kegagalan tersebut.
"Ternyata di tengah perjalanan itu justru saya mendapatkan hak pengolahan hutan 800.000 hektar di Papua dan 200.000 hektar di Kalimantan Selatan. Jadi artinya, pelajaran yang bisa diambil, kegagalan itu bukan kiamat, justru mungkin tuhan punya rencana yang lebih baik buat kita. Kalau mungkin tahun 2004 saya jadi anggota DPR mungkin saya nggak seperti ini. Nggak punya motor besar, nggak punya mobil-mobil yang waw itu kan. Garis tangan siapa tahu," ujar politikus Golkar itu.
Bamsoet pun masih ingat betul amanat Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto saat menugaskan dirinya untuk mengisi kekosongan kursi Ketua DPR. Dengan tegas Bamsoet menyatakan siap mengemban amanah tersebut.
"Saya santai saja majunya. Kemudian akhirnya jam 10 malam saya ditelepon Ketua Umum, 'Bamsoet, kita sepakat dari rapat Pleno Partai Golkar memutuskan anda menggantikan Novanto'. Saya cuma jawab, siap! saya jalankan dengan baik," tuturnya.
Mantan Ketua Komisi III tersebut menuturkan, ada tiga tugas yang ditanamkan oleh Airlangga saat menunjuk dirinya sebagai Ketua DPR yang saat ini menjadi PR-nya. Selain tiga tugas yang diamanahkan Airlangga, Bamsoet pun berniat mengubah wajah parlemen menjadi lebih modern.
"Ya pertama salam tiga jari. Yang saya lakukan adalah dari salam tiga jari itu ketersediaannya lapangan pekerjaan. Itu tugas pokok DPR. Kedua sembako murah, dan ketiga rumah terjangkau. Kalau tiga ini terpenuhi selesai, rakyat senang. Saya memimpikan parlemen yang modern di zaman milenial dan bukan lagi parlemen yang jadul," ujarnya. (yas/erd)











































