Ini Emma dan Sam, Anjing K9 yang Temukan Korban Longsor Cijeruk

Ini Emma dan Sam, Anjing K9 yang Temukan Korban Longsor Cijeruk

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 13:25 WIB
Ini Emma dan Sam, Anjing K9 yang Temukan Korban Longsor Cijeruk
Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri pun menurunkan tim K9 dalam proses evakuasi longsor Cijeruk Foto: Istimewa
Jakarta - Bencana longsor di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menelan korban jiwa. Lima orang yang merupakan satu keluarga, tewas tertimbun tanah longsor.

Peristiwa nahas itu dialami oleh Asep (45), warga Kampung Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Senin (5/2). Istri dan keempat anaknya, meninggal akibat tertimbun longsoran tanah perlintasan rel KA Sukabumi-Bogor.

Seluruh tim Basarnas, Polri dan TNI bahu-membahu melakukan pencarian para korban. Rumah tempat kelima korban tertimbun tanah longsoran setinggi sekitar 40 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai upaya dilakukan tim dalam proses evakuasi tersebut. Dari menggunakan peralatan hingga dilakukan dengan manual.

 Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri pun menurunkan tim K9 dalam proses evakuasi longsor Cijeruk Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri pun menurunkan tim K9 dalam proses evakuasi longsor Cijeruk Foto: Istimewa


Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri pun menurunkan tim K9, anjing pelacak untuk melakukan evakusi. Dalam tempo empat hari, tim K9 yang dipimpin Ipda Hermi, berhasil menemukan seluruh korban.

"Dalam proses evakuasi korban ini, kami dibantu oleh K9. K9 yang mengendus sehingga menemukan titik-titik diduga korban berada sehingga akhirnya berhasil dievakuasi," ujar Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom, Rabu (7/2/2018).

Ada dua ekor anjing jenis Labrador yang dilibatkan dalam proses evakuasi ini. Kedua anjing bernama Sam dengan pawangnya Brigadir Wayan Sukadana dan Emma dengan pawang Brigadir Robin Sirait.

"Anjingnya tentu sudah terlatih untuk mengendus jenazah," imbuh Dicky.

Kedua anjing K9 ini bekerja menendus timbunan tanah dan reruntuhan bangunan. Emma akan bereaksi dengan menggaruk, sebagai tanda awal bahwa di dalamnya terdapat korban jiwa (mayat).

"Teknisnya yang tahu tim K9 yah. Tentunya mereka akan tahu kapan dan di mana harus dilakukan penggalian ketika anjing pelacak ini menemukan potensi di situ ada korban atau mayat," tuturnya.



Ada tiga rumah yang terkena longsoran. Longsoran tersebut berada di atas rel kereta api di KM 13+800 Kampung Maseng RT 02/08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini mengakibatkan KA jurusan Sukabumi-Bogor berhenti beroperasi, sebab longsoran tanah sepanjang 40 meter membuat rel menggantung.

Satu keluarga yang hilang adalah Nani (30), dan keempat anaknya yakni Alan Maulana Yusuf (17), Aurel (2), Aldi (7) dan Adit (9). Kelima korban ditemukan sudah tidak bernyawa, dalam proses evakuasi sejak Senin (5/2) hingga Rabu (7/2) pagi tadi.

(mei/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads