Tenaga Dalam Kopassus: Cari Korban Sukhoi hingga Longsor Puncak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 12:03 WIB
Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Tenaga dalam yang digunakan anggota Kopassus untuk mencari korban tanah longsor di wilayah Cijeruk, Bogor, membetot perhatian. Sudah beberapa kali Kopassus menggunakan ilmu tenaga dalam yang dimiliki anggotanya saat ditugaskan membantu evakuasi bencana.

"Kegiatan evakuasi itu kerap menggunakan cara-cara konvensional, tenaga dalam, getaran Merpati Putih," kata Danyon 14 Grup I Kopassus Mayor Inf Wahyu Yuniartoto kepada wartawan, Rabu (7/2/2018).


Mayor Wahyu menuturkan, saat mencari korban kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak pada 2012, anggota Kopassus menggunakan tenaga dalam. Anggota Kopassus juga menggunakannya saat mencari korban tanah longsor Banjarnegara pada 2014.

"Longsor Banjarnegara pakai Merpati Putih, 35 jenazah dapat karena itu," ujar Wahyu.

[Gambas:Video 20detik]


Untuk penemuan tiga jenazah tanah longsor di Cijeruk, Selasa (6/2) kemarin, prajurit Kopassus yang menggunakan tenaga dalamnya adalah Praka Pujiono, yang mendalami ilmu bela diri Merpati Putih. Mayor Wahyu menjelaskan sedikit soal metode pencarian korban longsor yang dilakukan Praka Pujiono, yaitu memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

"Itu memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang di alam, dengan konsentrasi, dipadukan dengan tenaga dalam, pernapasan Merpati Putih. Embrionya latihan pernapasan selama kurang-lebih 8 bulan," ujar Wahyu. (tor/elz)