Rembuk Pendidikan, JK Doakan Guru yang Tewas Dianiaya Murid

Rembuk Pendidikan, JK Doakan Guru yang Tewas Dianiaya Murid

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 11:14 WIB
Rembuk Pendidikan, JK Doakan Guru yang Tewas Dianiaya Murid
Wapres Jusuf Kalla pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018). Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan tewasnya seorang guru yang dianiaya muridnya di Sampang, Madura. JK mengirimkan doa untuk guru tersebut.

"Mari kita menyampaikan doa kepada seorang guru di Madura yang telah berjuang untuk bangsa dan negara, walaupun sudah berjuang, ada musibah yang harus dialami dari seorang muridnya sendiri," ujar JK mengawali sambutannya pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018).

JK kemudian bicara betapa mulianya seorang guru. Dia menyebut falsaah kampung halamannya dalam memuliakan guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 Wapres Jusuf Kalla pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018). Wapres Jusuf Kalla pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018). Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom


"Kalau dulu di kampung halaman saya ada falsafah, mencela atap rumah guru pun tidak boleh apa lagi melawan guru," kata JK.

JK berharap kasus murid menganiaya gurunya di Sampang tidak terulang. Semua pihak diminta terlibat dalam memajukan pendidikan.

"Kalau kita mau memajukan pendidikan, kita berbicara ke depan. Kita mempelajari sejarah bagaimana kita lebih baik ke depan," katanya.

(nvl/fdn)


Berita Terkait