"Untuk perbaikan rel jalur Sukabumi-Bogor tentunya kita tunggu proses evakuasi korban selesai. Kita harapkan semuanya bisa selesai evakuasi hari ini. Kalau selesai hari ini, malam ini atau besok pagi kita bisa mulai pengerjaan perbaikan rel. Tentunya setelah kita lakukan koordinasi terkait lokasi apakah sudah aman apa belum," kata Dadan saat ditemui di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Selasa (6/2/2018).
Untuk memperbaiki rel di lokasi longsor, pihaknya mengerahkan kekuatan maksimal agar proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadan menyebutkan proses perbaikan paling cepat selesai selama tiga hari. Itu pun, kata Dadan, jika tebing di sepanjang jalur rel di sekitar lokasi sudah aman.
"Proses perbaikan paling cepat tiga hari perbaikan. Tadi lokasi kita lihat ke bawah kondisi tebingan masih labil sepertinya. Tubuh ban rel sudah rusak, rel dan bantalan masih bagus, tidak ada yang patah. Cuma penahannya yang banyak patah," imbuhnya.
Seperti diketahui, tebing di sepanjang rel kereta api di Desa Warung Menteng, Cijeruk, Bogor, atau sekitar 200 meter dari Stasiun Maseng longsor. Akibatnya, rel kereta api rute Sukabumi-Bogor menggantung dan tidak bisa dilalui kereta api.
Tidak hanya itu, tebing setinggi 15 meter tersebut juga menggerus 3 rumah yang ada di bawahnya dan menimbun lima orang yang terdiri atas satu keluarga. Dalam kejadian ini, baru empat orang yang bisa dievakuasi pada Selasa (6/2/2018) dalam kondisi meninggal. Sementara satu korban lainnya masih tertimbun dan belum ditemukan. (asp/asp)











































