"Saya minta Ketua RT dan RW untuk mendata berapa pelajar yang terdampak banjir," ujar Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana di lokasi banjir Kampung Arus, Gang Arus, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).
Pendataan itu penting, menurut Bambang, untuk mengetahui ukuran seragam serta peralatan apa saja yang diperlukan. Setelahnya, Bambang mengaku akan berkoordinasi dengan BPBD DKI dan Dinas Sosial terkait bantuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah-langkah yang dilakukan biasanya BPBD dan Sudinsos (Jaktim) selalu menyiapkan seragam anak sekolah dan untuk ibu-ibu biasanya daster, terus ada popok, dan susu. Kalau sudah ada dari Dinsos dan BPBD kita serahkan," ucap Bambang.
Bambang juga meminta para pengungsi yang merasa belum menerima bantuan untuk menuju ke posko pengungsian. Seluruh bantuan disebut Bambang dikumpulkan dan diserahkan melalui posko pengungsian.
"Itu makanya sudah ada poskonya jadi seperti yang dikatakan Pak Gubernur harus ke central pengungsian. Kalau mau dapat ya datang ke posko," sebut Bambang.
Sebelumnya, para pengungsi di posko pengungsian menyebutkan bila anak-anaknya tidak bisa bersekolah. Pasalnya, perlengkapan sekolah mulai dari seragam hingga buku-buku terendam air banjir. (ibh/dhn)











































