Salah seorang warga, Mina, mengatakan 2 anaknya tidak bersekolah karena banjir. Warga RW 02 Kampung Arus itu kini menempati lokasi pengungsian bersama warga lainnya.
"Saya (punya) anak 2, semua libur. Bajunya pada kerendam, buku kerendam, jadi nggak sekolah," ujar Mina ketika ditemui di lokasi pengungsian di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Malam Mencekam di Kampung Arus |
Menurut Mina, sebagian besar anak-anak di lokasi pengungsian tidak bisa bersekolah. Dia pun berharap bantuan berupa perlengkapan sekolah dapat segera didapatkan.
"Bantuan semuanya, pertama kesehatan makanan, terus perlengkapan anak sekolah. Di sini semua anak-anaknya pada libur," ujar Mina.
Di tempat yang sama, Fitria (16) mengaku tidak bersekolah karena perlengkapan sekolahnya terendam air. Selain itu, pelajar SMK kelas 2 itu menyebut sekolahnya pun terdampak banjir.
"Pihak sekolah sudah tahu kok kalau hari ini tidak masuk. Sekolahnya juga kena banjir. Awalnya masuk karena ada banjir jadi libur," ucap Fitria.
Para warga mulai mengungsi pada Senin (5/2) karena banjir. Banjir tersebut akibat air di Sungai Ciliwung meluap. Warga pun dievakuasi menggunakan perahu karet. (ibh/dhn)











































