DetikNews
Selasa 06 Februari 2018, 13:34 WIB

Fadli Zon Siap Nyumbang untuk Berangkatkan BEM UI ke Asmat

Tsarina Maharani - detikNews
Fadli Zon Siap Nyumbang untuk Berangkatkan BEM UI ke Asmat Foto: Fadli Zon (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan siap memberikan sumbangan untuk Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia Zaadit Taqwa. Hal ini terkait pernyataan Zaadit yang tak mau diberangkatkan ke Asmat, Papua, oleh Presiden Jokowi.

"Kalau diminta menyumbang ya itu pasti kita nyumbang," kata Fadli di pada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).




Namun, ia meminta sumbangannya nanti tidak dianggap sebagai bentuk politisasi. Menurutnya itu murni karena keinginan pribadi.

"Tapi jangan dianggap menunggangi atau menumpangi dan mempolitisir ya," imbuhnya.

Terkait pernyataan Zaadit, ia menilai penolakannya untuk diberangkatkan ke Asmat oleh Jokowi adalah tindakan yang tepat. Fadli, yang merupakan alumnus UI itu pun mengkritik respons Jokowi yang berniat mengirimkan Zaadit dan seluruh jajaran BEM UI ke lokasi KLB campak dan gizi buruk tersebut.

"Tapi saya kira itu sikap yang bagus kan. Walaupun menurut saya nggak pas ya. Apa yang menjadi kritik itu kan bukan harusnya dikirim ke sana. Walaupun itu juga salah satu cara untuk melihat," jelas Wakil Ketua Umum Gerindra itu.

Saat ini, kata Fadli, anggota dewan sudah memiliki rencana untuk berangkat ke Kabupaten Asmat. Namun, ia kembali mengingatkan pada pemerintah bahwa persoalan semacam ini tidak hanya terjadi di satu tempat.

"Kami juga ada rencana mau ke sana. Tapi biarkan dulu tanggap darurat selesai. Sekarang kan status KLB-nya kalau nggak salah sudah dicabut juga ya. Tetapi juga ini jangan kita latah. Ini seluruh Indonesia loh terjadi malnutrisi. Ada 37 persen saya katakan dari laporan Bank Dunia masyarakat kita terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun itu masih mengalami malnutrisi. Termasuk salah satu negara yang terburuk di dunia," paparnya.

Sebelumnya disebutkan, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa, yang mengacungkan kartu kuning ke Presiden Jokowi, menolak diberangkatkan ke Asmat, Papua, oleh Jokowi. Zaadit memilih berangkat dengan biaya yang dihimpun sendiri.

"Jangan sampai uang negara cuma digunakan untuk memberangkatkan mahasiswa. Biarkan kami menggunakan uang kami sendiri untuk berangkat ke Asmat," kata Zaadit saat dihubungi detikcom.

Dia atas nama BEM UI dan BEM fakultas se-UI telah berkoordinasi dan akhirnya menghimpun dana lewat situs penggalangan dana di internet. Sejauh ini sudah terkumpul Rp 41 juta.

"Kita ingin berangkat pakai jalan mahasiswa. Melalui fundraising, kami mengumpulkan donasi pemberangkatan," kata Zaadit.
(tsa/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed