Kisruh di Temanggung, Totok Dikirimi Pocongan Mayat
Senin, 20 Jun 2005 20:02 WIB
Temanggung - Aksi demo menolak kepemimpinan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo terus berlanjut. Ekspresi penolakan pada Totok pun makin keras. Totok, misalnya, dikirimi pocongan mayat oleh para pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djojonegoro. Pocongan mayat berukuran panjang sekitar dua meter itu ditaruh di atas papan nama kantor dinas bupati di kompleks kantor Sekretariat Daerah (Setda) Temanggung, Jl Ahmad Yani, Temanggung.Pada pocongan itu ada gambar wajah Totok itu diberi tulisan "'Totok, kau mati lebih utama dari pada hidup tidak ada artinya'. Kemudian di bagian atas pocongan tersebut disulut puluhan dupa hio.Sementara itu di sekitar tembok kantor bupati dipenuhi coretan cat semprot warna merah bertuliskan "Totok Edan Go To Hell, Di sini bukan tempat Totok!!!, Totok Pemerkosa Birokrasi." Di dekat pintu masuk ruangan yang ada di teras kantor dinas bupati juga terpasang tulisan data tahanan atas nama Totok beserta pejabat pendukungnya. Tulisan di atas selembar kertas putih itu diberi judul 'Data Tahanan' lengkap dengan nama Totok Ary Prabowo dengan tanggal lahir 20 Juni 1969 dengan nomor tahanan 081.301.45E kamar 17 E. Selain itu tertulis ukuran pempers LLL Jumbo, pelanggaran adalah semua jenis pidana disertai tulisan tertanda Kalapas LP Permisan Nusa Kambangan Drs Subagjo MM. Di bawah tulisan data tahanan terdapat pula daftar nama pejabat yang jadi pendukung Totok disertai foto dan tulisan 'tertangkap penjilat atasan.' Daftar pejabat yang pro Totok itu diantaranya Subagyo asisten administrasi, Rahayu Istanto asisten ekonomi dan pembangunan, Cahyono ES Camat Parakan ditambah tulisan si muka Badak, Setyo Pramono, Sutanto Palila, Adi Purwanto, Damar (Humas) dan Bambang Dwiarto plh Sekda.Massa menguasai setda dan kantor dinas bupati masih dikuasi para PNS penentang Totok. Aksi diikuti PNS di lingkungan setda serta tenaga medis dan paramedis di RSUD Djojonegoro dan puskesmas-puskesmas di Temanggung.Mereka mengaku sengaja menduduki kompleks Setda sejak pagi untuk menunggu Totok yang dikabarkan akan ngantor lagi setelah selama 10 hari mbolos. "Kita hanya menunggu saja, karena ada kabar lewat SMS kalau bupati hariini mau ngantor dan besok kami masih menduduki kantor dinas ini," kata Trinowo Harsono salah seorang korlap aksi.
(gtp/)











































