Penjelasan Dokter Soal Meninggalnya Putri, Korban Longsor di Soetta

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 06 Feb 2018 11:17 WIB
Foto: Arief/detikcom
Tangerang - Korban longsor di kawasan Bandara Soekarno-Hatta Dianti Dyah Ayu Putri (Putri) meninggal di RS Mayapada Tangerang. Sebelum meninggal kondisi Putri sudah lemah.

"Terpasang fiksasi dengan pembengkakan di leher. Luka seperti memar di perut. Lengan kiri dan tungkai kiri terpasang gips. Terus bengkak, atau jejas," ucap Direktur RS Mayapada Tangerang, Markus Waseso, kepada wartawan di RS Mayapada, Jalan Honoris Raya, Tangerang, Selasa (6/2/2018).


Sejak dalam perjalanan dari RSUD Tangerang sampai RS Mayapada kondisi korban sudah melemah. Korban pun dalam keadaan lemas.

"Kondisi Pasien sakit berat, lemas, dan cenderung mengantuk. Kalau penyebab kematian harus pemeriksaan yang lebih teliti. Harus ada pemeriksaan laboratorium, rontgen atau sebagainya," ucap Markus.

Sekitar pukul 06.10 WIB, Putri berhenti bernapas saat akan dipindah dari Ambulans ke IGD. Dokter pun memberikan pertolongan pertama.

"Kita tidak cari penyebabnya, tapi kita tolong dulu. Dengan memberi bantu pernapasan dan memberi obat untuk membantu memperkuat jantung," kata Markus.




Setelah itu, hampir 30 menit korban bisa masuk ke IGD. Dan pada pukul 06.43 WIB, korban meninggal dunia.

"Sekitar jam 06.43 WIB dokter disaksikan oleh keluarga, perwakilan perusahaan yang mengantar, pasien dinyatakan meninggal dunia. Dan keluarga bisa menerima," ucap Markus.

Putri bersama rekannya Mukhmainna tertimpa longsor di kawasan Bandara Soekarno Hatta pada Senin (5/2) pukul 17.00 WIB kemarin. Putri dan Mukhmainna adalah karyawan GMF bagian financial analyst. Putri adalah karyawan tetap dan Mukhmainna adalah karyawan outsourcing.

Putri berhasil dievakuasi dini hari, yakni pukul 02.50 WIB. Adapun Mukhmainna berhasil dievakuasi pukul 07.05 WIB pagi hari. Namun Putri yang berusia 24 tahun ini meninggal dunia di RS Mayapada, Tangerang. (aik/tor)


Debat Capres AS