"Saya yang memang mengajak Fahri pertama kali ke Golkar untuk bergabung. Karena karakternya itu cocoknya bukan di PKS, tapi di Golkar," kata Bamsoet pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada pembicaraan. Itu baru saya tawarkan secara non-formal aja. Ke Sudding pun saya tawarkan kalau memang dia udah nggak lagi di Hanura. Golkar terbuka. Pokoknya siapa aja yang mau di Golkar saya tawarkan," jelasnya.
Terkait tawarannya pada Fahri, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Wakil Ketua DPR itu. Namun, ia sendiri pun tak yakin Fahri mau meninggalkan PKS.
"Bagi Golkar ya kita tawarkan kalau Fahri ingin pindah dari PKS. Golkar terbuka pintunya untuk Fahri. Tapi kalau saya lihat karakter beliau, kecil kemungkinan beliau pindah partai. Sama kurang lebih sama sayalah kalau udah satu, ya udah," tutur politikus Golkar itu.
Jika pun Fahri akhirnya bergabung ke Golkar, Bamsoet meminta Fahri patuh pada peraturan partai berlambang pohon beringin itu. Salah satunya siap mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.
"Ya itu kan Fahri karena ada di PKS dan tidak punya partai. Ketum-nya Allah SWT. Kalau di Partai Golkar ya pasti patuh sama aturan Golkar," tandasnya. (bag/tor)











































