Bupati Temanggung:
PNS yang Tolak Demo Diintimidasi
Senin, 20 Jun 2005 18:00 WIB
Temanggung - Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo kembali bersuara. Dia menuduh beberapa PNS yang tidak ikut demo menentangnya, telah diintimidasi oleh PNS peserta aksi mogok."Saya mendapat laporan bila para kades dan beberapa PNS ada yang diintimidasi, diteror lewat telepon kalau rumahnya mau disweeping dengan cara-cara seperti tahun 1965," kata Totok kepada wartawan di Pendopo Pengayoman rumah dinas bupati di Jl Brigjen Katamso, Temanggung, Senin (20/6/2005).Intimasi juga menimpa pejabat yang akan dilantiknya menggantikan pejabat lama. Karena teror itu, sejumlah calon pejabat enggan menghadiri pelantikan.Mereka yang sudi dilantik, kata Totok, juga menjadi korban fitnah eks pejabat. Pejabat lama mendatangi beberapa pejabat baru agar tidak menjalankan tugasnya dan ikut aksi unjuk rasa."Bila seperti ini masyarakat Temanggung bisa marah, para kades juga marah karena tindakan mereka itu sudah di luar batas kewajaran," katanya.Totok berargumen, aksi yang dilakukan para PNS itu hanya dimotori oleh segelintir orang saja yang tidak puas terhadapnya. Namun kemudian aksi itu didukung oleh sekelompok politisi busuk yang ada di Temanggung. Totok mengaku, dia segera melapor kepada Mendagri dan Gubernur Jateng karena kantor Setda kini dikuasai oleh para PNS yang menyatakan mundur beberapa waktu silam. Mereka juga tidak memperbolehkan pegawai lainnya masuk kerja."Biang keroknya itu kan para politisi busuk. Ini tidak baik dan ini belum seberapa kalau seperti ini terus masyarakat bisa marah karena pemimpinnya dikuyo-kuyo terus. Kelakuan mereka mencemarkan nama baik orang dan tindakannya tidak terpuji," kritik pria kelahiran 1969 ini.
(nrl/)











































