Kantor Dinas Bupati Temanggung Dikirimi 'Pocongan'
Senin, 20 Jun 2005 17:58 WIB
Temanggung - Aksi demo menolak kepemimpinan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo terus berlanjut, Senin (20/6/2005). Kantor dinas tempat Totok bekerja dikirimi 'pocongan' oleh para pegawai RSUD Djojonegoro.'Pocongan' berukuran panjang sekitar 2 meter meter itu ditaruh di atas papan nama kantor dinas bupati yang di ada di kompleks kantor Sekretariat Daerah (Setda) di Jl Ahmad Yani."Pocongan' itu dilapisi gambar wajah Totok dan diberi tulisan 'Totok, kau mati lebih utama daripada hidup tidak ada artinya'. Di bagian atas 'pocongan' tersebut disulut puluhan dupa hio.Sementara itu di sekitar tembok kantor dinas, tempat Totok bekerja sehari-harinya, dipenuhi coretan cat semprot warna merah bertuliskan'Totok Edan Go To Hell, Di sini bukan tempat Totok, Totok pemerkosa birokrasi.'Di dekat pintu masuk ruangan yang ada di teras kantor dinas juga terpasang tulisan data tahanan atas nama Totok beserta para pejabat pendukungnya.Tulisan di atas selembar kertas putih itu diberi judul 'Data Tahanan' lengkap dengan nama Totok Ary Prabowo dengan tanggal lahir 20 Juni 1969 dengan nomor tahanan 081.301.45E kamar 17 E. selain itu tertulis ukuran pempers LLL Jumbo, pelanggaran adalah semua jenis pidana disertai tulisan tertanda Kalapas LP Permisan Nusa Kambangan Drs Subagjo MM.Di bawah tulisan data tahanan terdapat pula daftar nama pejabat yang jadi pendukung Totok disertai foto dan tulisan 'tertangkap penjilat atasan.' Daftar pejabat yang pro Totok itu di antaranya Subagyo asisten administrasi, Rahayu Istanto asisten ekonomi dan pembangunan, Cahyono ES Camat Parakan, ditambah tulisan si muka badak Setyo Pramono, Sutanto Palila, Adi Purwanto, Damar (Humas) dan Bambang Dwiarto Plh Sekda.Sedangkan di pintu gerbang Setda terpasang aneka tulisan yang menyudutkan Totok. Hingga pukul 14.00 WIB, di kompleks Setda dan kantor dinas bupati masih dikuasi para PNS penentang Totok. Tidak hanya para PNS di lingkungan Setda saja yang ikut mogok tapi juga tenaga medis dan paramedis di RSUD Djojonegoro dan puskesmas-puskesmas di Temanggung.Mereka mengaku sengaja sejak pagi pukul 08.00 WIB menduduki kompleks Setda untuk menunggu Totok yang dikabarkan akan ngantor lagi setelah selama 10 hari tidak ngantor. "Kita hanya menunggu saja, karena ada kabar lewat SMS kalau bupati hari ini mau ngantor dan besok kami masih menduduki kantor dinas ini," kata Trinowo Harsono, salah seorang korlap aksi.
(nrl/)











































