"Kondisinya sekarang sudah bisa dilalui. Hanya, untuk roda dua karena di lokasi kan kondisinya masih berbahaya," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (5/2/2018) malam.
Pemotor yang melintas pun kebanyakan yang sudah terjebak di Jalan Raya Puncak sejak pagi tadi karena adanya tanah longsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepeda motor mulai melintasi Jalan Raya Puncak (Farhan/detikcom) |
Kata Hasby, pengalihan arus ini dilakukan karena kondisi di Jalan Raya Puncak belum aman untuk dilalui. Penutupan ini akan dilakukan hingga besok pagi atau sampai Jalan Raya Puncak dianggap aman dilalui pengendara.
Seperti diketahui, ada lima titik longsor yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Longsor terparah terjadi di kawasan Riung Gunung. Di lokasi ini, tebing setinggi 20 meter yang berada di kanan jalan dari arah Jakarta longsor dan menutup Jalan Raya Puncak.
Longsoran ini kemudian menggerus tebing yang berada di samping kiri jalan. Di lokasi ini, diduga ada tiga pengendara yang tertimpa longsoran dan masih tertimbun.
Longsor juga menimpa sebuah warung di sekitar Masjid At-Ta'awun, Puncak, dan mengakibatkan pemilik warung bernama Lilis meninggal dunia. Di titik lainnya, badan Jalan Raya Puncak ambrol sehingga hanya bisa dilalui oleh kendaraan di satu lajur.
Sementara itu, titik longsor lainnya ada di Panimbangan Kecil, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua; di Vila Pengayoman/Kehakiman, Kampung Cibeureum RT 02/03, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua; dan Kampung Babakan RT 03/04, Desa Cibeureum. (jbr/fdn)












































Sepeda motor mulai melintasi Jalan Raya Puncak (Farhan/detikcom)