Tuding TPF Beri Info Menyesatkan
Hendro Tak Percaya SBY Kecewa
Senin, 20 Jun 2005 16:59 WIB
Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjadi anak buah Hendropriyono. Maka itu Hendro tak percaya jika SBY yang kini sudah menjadi Presiden itu kecewa atas sikapnya tak memenuhi panggilan TPF Munir.Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Tim Pemantau Kasus Munir DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2005) pukul 15.00 WIB. Rapat dipimpin Slamet Effendi Yusuf. "Saya dengar tadi dari media massa Pak Presiden kecewa. Saya tidak percaya Pak Presiden kecewa karena Presiden dulu pernah menjadi staf dan asisten saya di Kodam Jaya," kata Hendro. Hendro malah balik menuding TPF telah memberikan informasi yang menyesatkan kepada Presiden. "Kalau memang benar kecewa mungkin karena dapat informasi yang menyesatkan, yang diputarbalikkan oleh TPF," tandasnya.Kekecewaan Presiden SBY disampaikan Ketua TPF Munir Brigjen Pol Marsudhi Hanafi setelah melaporkan hasil kerja TPF yang akan habis 23 Juni 2005 mendatang. "Beliau (SBY) sangat kecewa dengan ketidakhadiran Pak Hendro padahal TPF merupakan kepanjangan tangan dari otoritas Presiden," kata Marsudhi sekitar pukul 10.00 WIB.Hendro telah tiga kali mangkir dari panggilan TPF. Atas sikap itu, DPR memfasilitasi pertemuan untuk memediasi Hendro dan TPF. Senin ini Hendro dipanggil DPR. Selanjutnya Selasa (21/6/2005) besok, Hendro akan dipertemukan dengan TPF.Namun hingga sore ini TPF belum memberi kepastian apakah akan memenuhi undangan DPR. TPF menilai keterangan dari Hendro sudah tak diperlukan lagi.
(iy/)











































