Depkes: Khairil Hanya Tersenggol Virus Flu Burung
Senin, 20 Jun 2005 16:47 WIB
Jakarta - Khairil, warga Desa Sinjai Selatan, Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) sehat walafiat. Dia sangat kaget saat diberitakan mengidap penyakit flu burung. Tapi, Khairil tidak perlu resah. Informasi terbaru dari Departemen Kesehatan (Depkes), Khairil hanya tersenggol virus flu burung dan belum terjangkit virus yang bisa mematikan itu. Hal ini disampaikan Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr I Nyoman Kandun kepada wartawan di ruang J. Leimena lantai 2, kantor Depkes, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Senin (20/6/2005). "WNI kita (Khairil-Red) baru terekspos dan belum terjangkit flu burung. Jadi, hanya tersenggol virus," kata dia. Nyoman menjelaskan tentang kisah yang menimpa Khairil, salah seorang pekerja di peternakan ayam. Bulan Maret lalu, pihaknya mengambil sampel darah orang-orang yang bekerja di peternakan dari 18 provinsi di Indonesia untuk mengetahui serangan flu burung. Dari 81 sampel darah yang diambil di Sulsel, 77 sampel terindikasi terkena virus flu burung. Namun, indikasi itu baru berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoriunm lokal. Hasil ini memang masih sensitif. "Hasil ini kemudian dikirim ke Universitas Hong Kong untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.Nah, setelah diuji di Universitas Hong Kong, memang ada satu sampel darah yang ditemukan positif terkena virus flu burung. Namun, setelah diuji berulang kali, hasilnya tidak konsisten. "Jadi, hasil itu tidak memenuhi kriteria untuk dikatakan terjangkit. Apalagi, orang yang terkena itu sehat walafiat sampai sekarang," kata dia. Menurut Nyoman, Khairil tidak mengalami gejala-gejala penyakit flu burung. "Jadi, bisa saya katakan, dia hanya terekspos virus H5N1. Jadi, dia bukan terinfeksi atau terkena kasus flu burung. Ini adalah flu burung yang belum patogenik. Baru terekspos," jelas dia. "Misalnya saya tersenggol satu atau dua ekor virus, itu tidak langsung menyebabkan infeksi," imbuhnya. Apa yang dialami Khairil tidak membahayakan. Belum ada kemungkinan menular ke manusia lain. Untuk mencegah terjadinya penularan flu burung kepada peternak-peternak di masa mendatang, Nyoman menjelaskan, pihaknya sedang melakukan sosialisasi penggunaan perlengkapan perlindungan pribadi untuk melindungi diri dari virus tersebut. "Di perusahaan besar, itu sudah menjadi bagian dari kultur kerja mereka. Tetapi, buat peternak kecil, harus melakukan promosi bagaimana mereka melindungi diri dari penularan itu," ungkap dia.
(asy/)











































