DetikNews
Senin 05 Februari 2018, 15:39 WIB

Mensos: Relokasi di Asmat Berbasis Kearifan Lokal

Ray Jordan - detikNews
Mensos: Relokasi di Asmat Berbasis Kearifan Lokal Menteri Sosial Idrus Marham (Foto: Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham membuka kemungkinan untuk merelokasi warga di Kabupaten Asmat yang terdampak campak dan gizi buruk. Relokasi itu harus berbasis pada kearifan lokal di Asmat.

Idrus mengatakan, persoalan campak dan gizi buruk di Asmat itu dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya wilayah yang terisolir, kondisi alam, pendidikan, kesehatan, pola hidup dan lainnya. Untuk itu, perlu ada pendekatan yang terpadu dan berkesinambungan.

"Bagaimana wujudnya? Diinspirasi oleh pertanyaan Bapak Presiden tentang apa mungkin dilakukan relokasi. Maka kajian yang kita lakukan sangat memungkinkan dilakukan relokasi terbatas atau relokasi terkonsentrasi dengan secara bersungguh-sungguh tetap berbasis kearifan lokal, berbasis budaya lokal, berbasis tanah ulayat," kata Idrus saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/2/2018).




Untuk itu, kata Idrus, perlu dilakukan penentuan titik-titik konsentrasi untuk relokasi. Nantinya di titik itu akan dibangun pemukiman yang layak untuk warga.

"Dan di situ berkumpul rumah, dan dari 23 distrik tentu setiap distrik ada 1,2,3 misalkan (titik relokasi). Dengan cara seperti itu maka pelayanan akan mudah dilakukan kepada masyarakat yang ada di Asmat," kata Idrus.

Nantinya, kata Idrus, di pemukiman itu akan dilakukan pembangunan yang terintegrasi dan menyeluruh yang melibatkan berbagai sektor. Meski demikian, pembangunan menyeluruh itu ditegaskan Idrus memang membutuhkan waktu.

"Pemukiman dibangun oleh siapa, kemudian Kemenkes membangun puskesmasnya, Kemendikbud bangun pendidikannya, kemen ESDM membangun listriknya sekaligus airnya, Kemen PUPR membangun infrastrukturnya akan dilakukan secara terpadu dan tentu perlu waktu," katanya.

[Gambas:Video 20detik]


Dikatakan Idrus, rencana ini sudah dibahas di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang dipimpin oleh Puan Maharani.

"Kita di dalam rapat kementerian yang dipmpin Menko PMK dan Kepala Staf Kepresidenan di tingkat jajaran Eselon I sudah mendiskusikan ini. Pada saatnya konsep secara terpadu,menyeluruh dan berkesinambungan akan kita sampaikan," kata Idrus.


(rjo/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed