Pantauan detikcom di RT 03 RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pukul 14.35 WIB, Senin (5/2/2018), air tampak surut. Namun air di kali masih tinggi.
Banjir di Cipinang Melayu telah surut. (Eva/detikcom) |
Air tidak lagi menggenangi jalan. Kondisi setiap rumah pun sudah terlihat bersih, tidak ada warga yang terlihat membersihkan rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan oranye membersihkan kali. (Eva/detikcom) |
Di lokasi masih terlihat tujuh petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup dari Kecamatan Makasar sedang membersihkan Kali Sunter. Mereka mengambil sampah-sampah yang menyangkut di pinggir kali menggunakan besi panjang. Terlihat satu orang yang menceburkan diri ke kali untuk mengambil sampah yang menyangkut di bagian tengah.
"Ini lagi bersihin sampahnya, sampah-sampah kecil sih, kayak plastik, ranting pohon, daun, banyaknya mah sampah plastik," ujar salah satu petugas UPK Badan Air, Macin (47), di lokasi yang sama.
Menurut Ketua Rw 03, Muchtar Usman (54), ketinggian banjir mencapai 50 cm pagi tadi. Hal ini akibat curah hujan yang tinggi semalam dan air kiriman dari Bogor.
"Pukul 03.00 WIB dini hari sudah mulai meluap, kan hujan tuh semalam terus juga ini dapat kiriman dari Bogor, surutnya tadi, pukul 11.30 WIB udah bersih," ujarnya.
Pasukan oranye membersihkan kali. (Eva/detikcom) |
Muchtar menyebutkan terdapat sebelas RT yang terendam banjir pagi tadi. Sebanyak 5 RT yang terdampak di RW 03 meliputi RT 10, 11, 12, 13, dan 14. Sedangkan sisanya yang terdampak di RW 04 adalah RT 1, 2, 3, 4, 5, dan 7.
"Total seluruhnya sekitar 385 rumah," ujarnya.
Ia juga mengatakan tidak ada warga yang sampai mengungsi. "Nggak ada kok, paling yang kayak lansia itu dibawa ke rumah anaknya," tuturnya. (idh/idh)











































Banjir di Cipinang Melayu telah surut. (Eva/detikcom)
Pasukan oranye membersihkan kali. (Eva/detikcom)
Pasukan oranye membersihkan kali. (Eva/detikcom)