DetikNews
Minggu 04 Februari 2018, 10:07 WIB

Batu Bersusun Cantik di Cidahu yang Harus Hancur karena Isu Mistis

Haris Fadhil - detikNews
Batu Bersusun Cantik di Cidahu yang Harus Hancur karena Isu Mistis Batu bersusun secara misterius di sungai Cidahu (Foto: Facebook)
Jakarta - Ada 90 paket batu bersusun yang berjejer rapi di aliran sungai Kampung Cibojong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial sejak 1 Februari 2018 lalu karena ada pihak tak bertanggungjawab yang menyangkutpautkannya dengan fenomena alam hingga hal mistis.

Kehebohan di media sosial mengenai isu liar soal mistis itu pun diketahui oleh Camat Cidahu, Ading Ismail. Ia langsung mendatangi lokasi batu bersusun tersebut karena merasa khawatir serta untuk mencegah isu mistis berkembang, Ading memilih menghancurkan batu bersusun tersebut. Menurut Ading, warga jadi resah karena adanya isu mistis itu.

"Setelah mendapat informasi, saya langsung ke lokasi. Saya serap informasi dari warga yang mengaku melihat sejumlah orang yang membuat batu-batu itu menjadi bersusun. Dan Alhamdulillah, hari itu juga saya bersama aparat MUI dan Muspika Kecamatan Cikidang langsung menghancurkan batu-batu itu," kata Ading melalui sambungan telepon dengan detikcom, Sabtu (3/2) kemarin.

"Dikaitkan dengan hal-hal mistis dan tentu tidak mendidik, kalau saja dibuat kreatif masih bisa bisa kita terima tapi postingan mengarah kemana-mana," sambungnya.

Ading menyebut keputusan yang diambilnya mendapat respon positif dari warga. Mereka bersama-sama menghancurkan batu-batu itu.

Namun, usai batu bersusun itu dihancurkan malah muncul isu mistis lainnya, yaitu ada 9 warga yang kesurupan setelah batu bersusun itu dihancurkan. Ading pun melakukan pengecekan atas informasi tersebut dan menyatakan kabar itu adalah berita bohong alias hoax yang tidak bisa diterima.

"Siang saya hancurkan malamnya muncul lagi postingan, menyebut ada 9 warga kesurupan. Saya langsung minta tolong ke aparat desa untuk melakukan pengecekan dan ternyata itu hoax," ujarnya.

Ading juga mengakui warga awalnya sempat tidak berani merusak batu-batu itu, ketika aparat kecamatan dan MUI kecamatan Cidahu datang ke lokasi barulah satu persatu batu bersusun itu dihancurkan bersama warga. Ia sendiri tak masalah dengan kreatifitas membuat batu bersusun di atas sungai, ia hanya tidak bisa menerima peristiwa itu dikaitkan dengan hal mistis.

"Warga akhirnya satu persatu ikut nendang-nendangin setelah kita beri contoh. Merusak akidah, karena sudah dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis," ucap Ading.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat batu-batu tersebut bersusun secara rapi di atas aliran sungai?

Setelah diselidiki, ternyata ada sekelompok anak muda yang sengaja menyusun batu-batu tersebut. Kejadian serupa pun disebut pernah terjadi di lokasi lain sebagai bentuk ajakan menjaga kelestarian lingkungan.

"Saya dapat informasi jika susunan itu sengaja dibuat sejumlah anak muda dengan maksud mengajak warga untuk menjaga lingkungan. Yang salahnya itu oleh yang pertama kali melihat mungkin kaget informasinya jadi liar hingga dikaitkan dengan fenomena alam dan mistis," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Jayabakti, Agus Muzamil ketika dihubungi detikcom.

Agus juga mengaku telah melakukan riset dan melihat kejadian serupa di beberapa lokasi. Menurutnya aksi para anak muda yang belum diketahui identitasnya tersebut kreatif, namun malah disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar isu-isu mistis hingga meresahkan warga.

"Ada yang buat dan saya pikir itu aksi positif hanya saja karena di kasih keterangan yang aneh jadi ramai dan berkesan kurang baik," ucap Agus.

Kini, batu bersusun tersebut sudah tak ada lagi. Pihak Muspika bersama warga sekitar sungai Cidahu memilih menghancurkan karya para anak muda itu agar tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk menebar keresahan bagi warga lewat isu liar seperti hal-hal berbau mistis.
(haf/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed