Fahri Minta Jokowi Respons 'Kartu Kuning' dari Ketua BEM UI

Faiq Hidayat - detikNews
Sabtu, 03 Feb 2018 13:36 WIB
Fahri Hamzah (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Presidium Keluarga Alumni (KA) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Fahri Hamzah menilai Presiden Jokowi perlu merespons kartu kuning yang disodorkan Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa. Jokowi diminta untuk berdiskusi dengan mahasiswa.

"Saya pikir Pak Jokowi harus merespons baik kartu kuning mahasiswa itu dan bicara secara baik. Beliau harus menjelaskan itu, mahasiswa ini kalau perasaan sama sulit akan diajak ngomong. Mumpung ada jubir diajak ngomong (mahasiswa) sama pemerintah," ujar Fahri sela-sela acara musyawarah kerja Nasional I Alumni KAMMI tema Arah Baru Indonesia di Royal Hotel Kuningan, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).



Wakil Ketua DPR ini melakukan aksi kartu merah dalam mengkritik pemerintah. Namun ia enggan menjelaskan arti kartu merah yang dikeluarkan di dalam saku jas hitam yang dipakainya.

"Iya saya juga belum tanya yang di UI filosofi apa, tapi itu lah yang ada kartu merah. Intinya begini Indonesia harus terus menerus mengevaluasi dirinya secara radikal, kita ini on the track atau tidak, saya kira diskusi biasa jangan tegang," ujar Fahri yang juga alumnus UI ini.

Video Fahri acungkan kartu merah di acara alumni KAMMI bisa disaksikan di 20detik.com:

[Gambas:Video 20detik]



Menurut Fahri, aksi yang dilakukan Zaadit Taqwa seperti komando bagi mahasiswa lain untuk mengkritisi kinerja pemerintah.

"Jadi kemarin anak UI keluarkan kartu seperti komando juga buat kita mengingatkan pemerintah dengan metode mahasiswa kaum pergerakan. Yang lain kebetulan saya merah, jadi saya keluarin merah," jelas dia.


Aksi kartu kuning sebelumnya dilakukan Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa saat Presiden Jokowi mengunjungi Dies Natalis di Kampus UI, Depok, Jumat (2/2) kemarin. Dia mengatakan hal itu murni inisiatif BEM UI dan 6 fakultas lainnya. Pihak Istana menyebut bahwa Jokowi tak tersinggung akibat peristiwa itu.

"Terhadap aksi ini, Presiden Jokowi biasa aja, tidak tersinggung. Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden ketemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Johan Budi SP kepada wartawan, Jumat (2/2). (fai/dkp)