Pilkada Lima Kabupaten di Jawa Timur Berjalan Aman

Pilkada Lima Kabupaten di Jawa Timur Berjalan Aman

- detikNews
Senin, 20 Jun 2005 12:19 WIB
Surabaya - Lima kabupaten di Jawa Timur menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada), Senin (20/6/2005). Hingga saat ini, pesta demokrasi yang digelar sejak pukul 07.00 WIB itu berjalan normal dan aman.Kelima kabupaten yang menggelar Pilkada itu adalah Situbondo , Banyuwangi, Ngawi, Ponorogo dan Sumenep. Di Banyuwangi, yang terdapat 2.499 TPS di 24 kecamatan itu, sebelumnya sejumlah daerahnya sempat diprediksi akan terjadi gesekan antar pendukung. Namun, hingga pukul 11.00 WIB, ternyata prediksi itu tidak terbukti. Gubernur Jawa Timur Imam Utomo langsung turun menyaksikan pelaksanaan pilkada di Banyuwangi itu. Saat ditemui di TPS 3 Kelurahan Karang Rejo, Imam Utomo memastikan Pilkada di Banyuwangi berlangsung normal. "Laporan dari aparat keamanan, tidak ada masalah. Semua lancar. Semoga masyarakat bisa mengikuti pesta demokrasi ini," kata Imam.Meski pilkada berjalan lancar, sebagian warga Situbondo terlihat apatis mengikuti proses pemilihan kepala daerah secara langsung ini. Misalnya di Kecamatan Kendit, warga setempat lebih mementingkan mengolah lahan pertaniannya daripada mendatangi TPS untuk menyampaikan suaranya."Langsung atau tidak, tidak berpengaruh bagi kami. Kami sudah pengalaman setiap pemilu, rakyat kecil hanya dijadikan alat saja. Seteleh terpilih, mereka lupa janji-janjinya," tegas Rahman, petani tebu setempat.Apatisme warga ini juga dirasakan anggota KKPS, karena hingga pukul 09.00 WIB, jumlah pemilih masih sedikit dibanding jumlah penduduknya. "Laporan yang saya terima warga masih sedikit," ungkap Zainul, anggota KPPS Kendit. Sedangkan pilkada lainnya di Ponorogo dan Sumenep dilaporkan hingga siang ini berjalan lancar tanpa ada gangguan. Di Ngawi, warga secara bergiliran mendatangi 1.394 TPS yang tersebar di 217 desa.Sebelumnya, Koordinator Central Independent Unit Monitoring (CIUM) Sumenep, R. Tajul Arifin mensinyalir, berdasarkan laporan relawannya, banyak warga yang mengeluh tidak bisa memilih karena tidak terdaftar dalam daftar tetap pemilih (DTP). Mereka berasal dari Kecamatan Batuan sekitar 500 orang, Kec. Kota 150 orang , Kec. Guluk-Guluk 200 0rang, Kec. Arjasa 150 dan Masalembu 75 orang, Kec. Manding 2000rang Kec. Gapura 100 orang dan sejumlah kecamatan lainnya di Sumenep. Menurut Tajul, ribuan pemilih itu gagal memilih karena ditolak oleh petugas KPPS untuk mendaftar sebagai pemilih, karena namanya tidak masuk dalam daftar pemilih sementara sampai batas 15 Mei lalu. Anggota KPUD Sumenep Hidayat Adiyanto, ketika dikonfirmasi tentang banyaknya warga Sumenep yang tidak memilih, pria yang akrab disapa Didik itu tidak membantah. Hal itu diakui karena kesalahan teknis petugas di tingkat bawah. Disamping itu, juga akibat lalainya warga masyarakat terhadap berbagai pengumuman dan imbauan KPUD, terhadap tahapan tahapan pelaksanaan pilkada, sehingga waktu yang diberikan terlampaui. "Kami akui banyak yang hingga kini tidak bisa memilih karena terlambat mendaftar, tapi tidak sampai ribuan. Insya Allah paling tinggi 300 orang " ujar Didik. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads