"Target partisipasi (masing-masing) 77,5 persen di Pilkada, Pileg dan Pilpres," ujar Arief di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).
Arief mengatakan target saat ini lebih tinggi dari tahun lalu pada Pilkada 2017. Arief menjelaskan saat ini tingkat partisipasi terus mengalami kenaikan namun belum mencapai target yang diharapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tahun kemarin (2017) sekitar 74-75 persen (target partisipasi masyarakat). Sekarang ini kan partisipasinya naik tapi belum mencapai 77,5 nanti kalau sudah tercapai baru kita pikirkan targetnya kita naikkan berapa lagi," ucapnya.
Arief mengatakan KPU akan menaikkan partisipasi dengan cara sosialisasi dan bekerja dengan baik. Selain itu menurutnya, kandidat yang memiliki kinerja yang baik juga dapat meningkatkan partisipasi.
"Naikkan partisipasi kita lakukan dengan sosialisasi, dukungan dari media, KPU harus kerja dengan baik dan transparan," kata Arief.
"Peserta pemilu juga harus menampilkan orang-orang yang baik, harus menunjukkan dia punya kinerja baik, punya kandidat baik, qualified itu pasti partisipasi naik," sambungnya. (elz/elz)











































