DetikNews
Jumat 02 Februari 2018, 17:59 WIB

Konsumen Reklamasi yang Marah-marah ke Pengembang Ditahan Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Konsumen Reklamasi yang Marah-marah ke Pengembang Ditahan Polisi Kombes Argo (Foto: Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menahan Lucia. Konsumen properti di pulau reklamasi itu ditahan atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pegawai Golf Island.

"Mulai hari ini (ditahan). Dia dipanggil kemudian diperiksa, lalu ditangkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Argo mengatakan, Lucia ditahan setelah diperiksa secara marathon pada Kamis (1/2) kemarin. Polisi memutuskan Lucia dengan alasan subjektif.




"(Agar) tidak bisa melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya," imbuh Argo.

Argo menegaskan, penahanan terhadap Lucia adalah sah.

"Itu sah menurut Undang-undang di situ," lanjutnya.

Lucia ditahan atas kasus yang dilaporkan oleh Lenny Marlina. Dalam laporannya bernomor LP/6076/XII/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Desember 2017.

Laporan Lenny mewakili Siti Khusnul Khotimah, yang merupakan karyawan Golf Island. Lenny sendiri juga merupakan kuasa hukum Agung Sedayu Group.

"Dia (Lenny) lawyernya Siti juga," imbuh Argo.

Kasus berawal ketika Lucia dan sejumlah konsumen lainnya mendatangi kantor marketing gallery PIK2 di Kapuk, Jakarta Utara pada tanggal 9 Desember 2017. Mereka datang ke situ, untuk meminta kejelasan mengenai progres pembangunan Golf Island.

Konsumen merasa resah setelah adanya pencabutan moratorium. Konsumen pun akhirnya meminta pengembang untuk tidak menagih cicilan terlebih dahulu sebelum pengembang keluar SIPT-nya.

Alih-alih mendapatkan hak-haknya, Lucia justru dilaporkan. Tidak lama setelah ditetapkan tersangka, Lucia kemudian ditahan.

Lucia merasa dikriminalisasi atas hal ini. Menurutnya, sebagai konsumen, dia punya hak untuk meminta kejelasan kepada pengembang terkait properti yang dibelinya.

"Jelas lah (merasa dikriminalisasi). Saya salah apa? Saya konsumen. Saya merasa uang yang saya serahkan itu enggak ketahuan nasibnya sekarang, saya boleh bertanya dong. Paling tidak bertanya dulu, itu pun bertanya saja sudah tidak boleh," ujar Lucia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/2) kemarin.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed