Orasi Gubernur Aceh: Kita Tidak Membenci LGBT, tapi Perilaku Mereka

Orasi Gubernur Aceh: Kita Tidak Membenci LGBT, tapi Perilaku Mereka

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 15:59 WIB
Orasi Gubernur Aceh: Kita Tidak Membenci LGBT, tapi Perilaku Mereka
Gubernur Aceh berorasi dalam demo bela syariat Islam untuk membina waria. (agus/detikcom)
Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ikut berorasi dalam aksi bela syariat Islam yang digelar berbagai ormas. Orang nomor satu di Tanah Rencong ini naik ke atas mobil bak terbuka dan menyampaikan orasi selama beberapa saat.

Irwandi dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Teungku Muharuddin tiba di lokasi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, sekitar pukul 14.40 WIB, Jumat (2/2/2018). Begitu mereka tiba, massa langsung mengurumuninya. Melalui alat pengeras suara, peserta aksi meminta Irwandi naik ke mobil bak terbuka.

Awalnya, Irwandi hendak berorasi dari bawah. Namun, setelah didesak, akhirnya dia naik ke atas mobil. Dia duduk di sana dan diapit sejumlah peserta aksi lainnya. Irwandi tidak lama berorasi dan kemudian meninggalkan lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak membenci orang-orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Tapi yang kita benci adalah perilaku mereka," kata Irwandi dalam orasinya.

Selain itu, Irwandi mendukung langkah pembinaan yang dilakukan Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji. Setelah mengamankan 12 waria, polisi membina mereka agar kembali menjadi lelaki 'macho'.

"Kita tidak bisa menyalahkan apa yang sudah dilakukan Pak Untung. Saya yang bawa dia kemari (ke Aceh)," jelas Irwandi.

Setelah itu, rombongan Irwandi meninggalkan lokasi. Mobil berpelat BL-1 yang ditumpanginya bergerak dan mendapat pengawalan patwal polisi. Sedangkan aksi masih terus dilanjutkan. Peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi.

Koordinator aksi Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan masyarakat Aceh menolak perilaku menyimpang LGBT. Selain itu, masyarakat Tanah Rencong menentang segala bentuk intervensi dari pihak mana pun, baik nasional maupun internasional, terkait penerapan syariat Islam, khususnya dalam hal pembinaan perilaku menyimpang LGBT di Aceh.

"Masyarakat Aceh bersama Untung Sangaji mendukung pembinaan LGBT yang dilakukan Kapolres sebagai bentuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan kaum waria yang populasinya terus bertambah," kata Marsyuddin. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads