Survei Pilpres LSI Denny JA: Jokowi Kuat tapi Belum Aman

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 15:45 WIB
Presiden Joko Widodo (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei Pilpres 2019. Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi kandidat capres terkuat tapi belum sepenuhnya aman.

Survei digelar pada periode 7-14 Januari 2018 dengan metode multistage random sampling. Ada 1.200 responden yang disurvei. Margin of error survei 2,9 persen. Metode wawancara adalah tatap muka dan menggunakan kuesioner.

[Gambas:Video 20detik]


Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan elektablitas Jokowi masih kuat dibanding calon lainnya. Jika Pilpres 2019 dilakukan hari ini, 48,50% responden akan memilih Jokowi. Sedangkan 41,2 % pemilih akan memilih pemimpin baru dan 10,30% tidak menjawab atau tidak tahu. Ada alasan Jokowi belum aman.

"Isu ekonomi yang menjadi perhatian publik adalah mahalnya harga sembako, makin meningkatnya pengangguran, dan sulitnya mencari lapangan kerja," terang Adjie di kantornya, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2/2018).

Di tingkat kepuasan, 9,30% pemilih mengaku sangat puas terhadap kinerja Jokowi, 65,60% cukup puas, 21,30% kurang puas, 1,40% tidak puas sama sekali, serta 2,40% menjawab tidak tahu dan tidak menjawab.

Selain diterpa berbagai isu, peluang Joko Widodo terpilih kembali menjadi presiden pada 2019 mendatang terancam oleh popularitas sejumlah tokoh. Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan 3 nama dengan tingkat popularitas tinggi.

"Untuk tokoh/capres yang popularitasnya di atas 90%, dari nama-nama yang akan bertarung, hanya Prabowo Subianto yang masuk. Popularitas Prabowo di angka 92,5%," tutur dia.

[Gambas:Video 20detik]


Urutan kedua dalam hal popularitas capres ditempati Anies Baswedan dan AHY. Masing-masing mendapat 76,7 persen dan 71,2 persen. Di urutan selanjutnya, ada Jenderal Gatot Nurmantyo yang, sebentar lagi pensiun dari TNI.

"Popularitas Gatot sebesar 56,5%. Sayangnya, sejak pensiun (dari Panglima TNI), kiprah Gatot memudar. Padahal ibarat pentas, penonton masih rindu dan bertepuk tangan menanti atraksinya," ucap Adjie. (gbr/tor)