DetikNews
Jumat 02 Februari 2018, 14:52 WIB

Sidang Suap Opini WTP

Eks Auditor BPK Gonta-ganti Mobil: dari Starlet hingga Mercy

Aditya Mardiastuti - detikNews
Eks Auditor BPK Gonta-ganti Mobil: dari Starlet hingga Mercy Ali Sadli dan pengacaranya (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan auditor BPK Ali Sadli mengaku memiliki sejumlah mobil mewah. Namun, terdakwa kasus suap terkait pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada Kemendes PDTT itu mengaku mobil-mobil itu tidak dibelinya dalam waktu bersamaan.

"Terus saya juga karena memang mobil-mobil, yang mulia, sudah bukan saya beli langsung. Sudah sampai, bahkan ada yang 11 kali gonta-ganti seperti mobil istri saya, Mercy C250 (tahun) 2015," ucap Ali ketika menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Saat dijerat KPK, jabatan terakhir Ali yaitu Kepala Sub Auditoriat III B Auditorat Keuangan Negara (AKN)di BPK. Dia juga merangkap menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Auditorat III B pada Auditorat Utama Keuangan Negara III BPK.

Ali mengaku awalnya dia memiliki Toyota Starlet yang dibelikan orang tuanya. Dari situ, Ali mulai gonta-ganti mobil setelah menjual mobil lamanya.

"Pada waktu saya kuliah dibeliin papa saya Starlet, saya jual ada untung sedikit saya ganti Mitsubishi Kuda seinget saya. Setelah itu saya jual lagi saya ganti Honda Jazz IDSI 2014, jadi pertama kali Honda Jazz keluar. Setelah itu saya ganti Honda Jazz VTec," kata Ali.


Setelah itu, Ali kembali menjual mobil Jazz-nya dan membeli Suzuki Grand Vitara 2006. Lalu, Ali menggantinya lagi dengan Honda CRV 2011, kemudian beralih ke Honda Accord.

"Honda CRV 2011, setelah itu saya cicil ganti menjadi Accord. Setelah itu saya mulai ganti Mazda 6. Setelah Mazda mulai kelihatan di sini Pak. Ke belakangnya mulai kelihatan bukti-bukti saya punya Honda Jazz, Honda CRV saya masukkan lagi ke sini. Jadi mobil itu bukan ujug-ujug saya beli Rp 900 juta," ujar Ali.

Selain itu, Ali juga menjelaskan soal mobil Mercedes Benz A-44 yang dipakai anaknya. Modal untuk membeli mobil itu dari penjualan mobil Toyota Kijang milik istrinya.

"Kalau yang mobil anak saya A-44 itu dimulai istri saya dibeliin bapaknya Toyota Kijang Jantan warna merah saya jual, saya ganti Honda CBR saya pakai motor ke kantor pak. Honda CBR 2005 itu saya sudah pakai, kemudian saya ganti Toyota Avanza," ucap Ali.

Dia kemudian mengganti mobil Toyota Avanza miliknya dengan Toyota Yarris. Alasannya karena saat itu dia ditugaskan di Bandung dan merasa tidak nyaman.

"Kemudian saya pindah ke Bandung, kan Jakarta-Bandung pakai Avanza nggak stabil saya ganti Toyota Yarris. Kemudian saya ganti Toyota Yarris yang Vtec yang baru, saya jual, saya kredit jadi Honda Freed. Saya ganti Nissan Serena, saya jual saya ganti Ford Focus. Saya ganti, saya jual Mini Cooper 2015 setelah itu saya ganti (Mercy) A-45," katanya.
(ams/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed