SBY Sangat Kecewa Hendro Tak Penuhi Panggilan TPF Munir

SBY Sangat Kecewa Hendro Tak Penuhi Panggilan TPF Munir

- detikNews
Senin, 20 Jun 2005 10:30 WIB
Jakarta - Apa reaksi Presiden SBY begitu dilapori AM Hendropriyono tak sudi memenuhi panggilan TPF Munir? Sangat kecewa."Beliau sangat kecewa dengan ketidakhadiran Pak Hendro padahal TPF merupakan kepanjangan tangan dari otoritas Presiden," kata Ketua TPF Munir Brigjen Marsudhi Hanafi usai menemui SBY di Istana Merdeka, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2005). Pertemuan yang semestinya dimulai pukul 10.00 WIB ini dimajukan satu jam."Presiden sangat kecewa, apalagi kami...sangat sangat kecewa," tegas Marsudhi. Meski kecewa, namun RI-1 tidak membeberkan apa yang akan dilakukannya terhadap Hendro.Seperti diberitakan, TPF Munir perlu memintai keterangan Hendro karena tersangka Pollycarpus sering berhubungan dengan kantor BIN -- yang kala itu di bawah pimpinan Hendro.Perpanjangan WaktuTPF Munir berakhir 23 Juni. Presiden SBY belum memutuskan apakah akan memperpanjang masa tugasnya atau tidak. Tapi TPF Munir malah mengusulkan agar tidak perlu diperpanjang dengan alasan pihaknya merasa sudah membuka cukup jalan bagi pihak penyidik Polri untuk menindaklanjuti hasil kerja mereka."Sebagai gantinya, perlu dibentuk badan pengawas untuk memantau proses penyidikan agar perkembangannya tidak di situ-situ saja. Ini kan sudah komitmen pemerintah untuk menuntaskan kasus Munir," urai Marsudhi.Menurutnya, perlu ada kejelasan tugas dan wewenang dalam melakukan pemeriksaan atau pemanggilan untuk memintai keterangan pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat kasus pembunuhan Munir."Jangan sampai ada persepsi mengambil alih kewenangan penyidikan yang sudah ada aturannya tersendiri," kata Marsudhi.Menanggapi usulan TPF itu, Presiden belum memberikan keputusan apa pun. "Presiden mengaku cukup puas dengan progres yang dicapai TPF, sebab dengan kewenangan yang sedemikian minim, namun mampu memberikan hasil yang sangat signifkan untuk pengembangan terkuaknya kasus Munir," papar Marsudhi yang datang sendirian. (nrl/)


Berita Terkait