API-Bersatu Temui Komisi III Terkait Pidato Kapolri

API-Bersatu Temui Komisi III Terkait Pidato Kapolri

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Kamis, 01 Feb 2018 22:31 WIB
API-Bersatu Temui Komisi III Terkait Pidato Kapolri
Foto: Parastiti Kharisma Putri/detikcom
Jakarta - Aktivis Pergerakan Islam (API) Bersatu menemui Komisi III DPR RI sebagai tindak lanjut dari surat yang mereka layangkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pidato Kapolri Tito Karnavian. Ketua API-Bersatu, Asep Syarifudin meminta agar DPR memonitor apakah surat yang mereka kirimkan kepada Jokowi ditindak lanjuti atau tidak.

"Kami datang kemari ingin menyampaikan pesan tadi kita sudah ke Sekretariat Negara melayangkan surat ke Presiden RI agar Presiden bersikap terkait pidato Kapolri yang berpotensi merusak keutuhan NKRI ini," kata Asep di Ruang Komisi III, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

"Oleh karena itu kami datang kemari untuk ada evaluasi. Minta ke DPR agar DPR mengontrol Presiden supaya benar nggak Presiden mengapresiasikan apa yang kita layangkan, aspiratif nggak surat yang kita layangkan untuk segera mencopot memberhentikan saudara Tito Karnavian," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil, sebagai yang menerima laporan tersebut menuturkan, akan menyerahkan laporan itu kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk kemudian dibahas ke seluruh fraksi di Komisi III. Setelah itu, Nasir pun menyebut akan membawa laporan tersebut pada rapat Komisi III pekan depan.

"Ya nanti itu kan disampaikan ke sekretariat, sekretariat akan menyampaikan ke fraksi-fraksi. Nanti bagaimana kita tunggu saja fraksi-fraksi bagaimana menyikapi surat dari API-Bersatu ini," ujar Nasir pada kesempatan yang sama.

Nasir mengatakan, pada 8 Februari Komisi III akan mengadakan rapat dengan Kapolri Tito Karnavian. Rencananya, laporan dari API-Bersatu ini akan dibahas dalam rapat tersebut.

"Iya (akan bahas). Makanya nanti kita tunggu fraksi-fraksi seperti apa mereka menyikapinya," kata politisi PKS itu. (yas/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads