Kedua pelaku itu adalah Memet (23) dan Taufiq Kasim alias Opa (38). Usai ditembak, keduanya dibawa polisi ke rumah sakit Bhayangkara Makassar, guna dilakukan pengeluaran proyektil peluru yang bersarang di kakinya, pada Kamis (1/2) dinihari.
Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, kedua pelaku tersebut berawal dari tertangkapnya Memet, kemudian dilanjutkan ke rekannya Opa. Namun, saat hendak dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel, mereka berusaha melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut AKP Edy, saat rumah Opa digerebek tim Resmob Polda Sulsel, polisi mendapati sejumlah paket pembungkus sabu lengkap dengan alat hisapnya.
"Untuk Opa, saat ditangkap dan diperiksa di tangannya ditemukan satu kantong yang berisi satu set alat hisap sabu dan dan beberapa sachet pembungkus sabu," lanjutnya.
Dalam beraksi, kedua pelaku ini bersama satu orang rekannya yang lain, yang kini masih dalam pengejaran polisi. Mereka memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksi kejahatannya, hingga berhasil membawa kabur televisi dan sejumlah merek sepatu dari dalam rumah yang disatroninya.
"Dari pengakuannya, keduanya melakukan aksi bersama rekannya berinisial SR, yang masih dalam pengejaran polisi. Cara mereka melakukan pencuriannya dengan masuk lewat pintu belakang rumah, Memet dan SR selaku eksekutor sementara Opa yang menjaga lokasi," kata AKP Edy Sabhara.
Selanjutnya, kedua pelaku ini diserahkan ke Polsek Manggala, untuk proses hukum lebih lanjutnya. (asp/asp)











































