DetikNews
Kamis 01 Februari 2018, 15:31 WIB

ITF Sunter Sepakat dengan Perusahaan Finlandia, Sandi Lapor ke Luhut

Indra Komara - detikNews
ITF Sunter Sepakat dengan Perusahaan Finlandia, Sandi Lapor ke Luhut Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan progres Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter dengan perusahaan asal Finlandia, Fortum, telah mencapai kesepakatan. Hasil tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"ITF Sunter kita sudah mencapai kesepakatan insprinsiple jadi kesepakatan prinsipal sudah tercapai, jadi untung saya dilaporkan dan sudah saya koordinasikan ke kantor Pak Luhut," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Sandiaga ingin perjanjian usahanya segera tercapai. Diharapkan dalam minggu ini perjanjian kemitraannya bisa ditandatangani.

"Kita ingin mereka cepat menyelesaikan perjanjian join venture, perjanjian kemitraannya. Jadi join venture itu yang akan kita fokuskan mereka untuk dalam beberapa Minggu ini bisa ditandatangani," jelasnya.

Sandi melanjutkan, kesepakatan prinsip yang sudah terealisasi tinggal menunggu penandatangan kerja sama usaha. Jika sudah ditandatangani, ITF Sunter bisa segera difinalkan.

"Jadi kalau kesepakatan prinsipnya sudah, maka join venture-nya bisa mudah-mudahan ITF Sunter bisa segera difinalkan," ujarnya.

Proyek ITF Sunter dicanangkan sejak Fauzi Bowo menjabat Gubernur DKI. Proyek tersebut sempat terkendala karena Mahkamah Agung membatalkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Agar proyek ITF Sunter bisa terealisasi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat Gubernur DKI menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 50 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Pengoperasian Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota. Setelah aturan itu diterbitkan, PT Jakpro diberi mandat untuk membangunnya.

Proyek ITF Sunter akan dibangun di atas lahan 5,5 hektare dengan nilai investasi Rp 3 triliun. Proyek itu diproyeksikan bisa mengolah sampah 2.200 ton per hari dan mampu menghasilkan tenaga listrik 40 megawatt.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed