Dalam video berdurasi 1,40 menit yang diperlihatkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo, sejumlah warga terlihat menarik buaya ke daratan. Seorang masyarakat memegang ekor dan beberapa lainnya menarik jaring yang tersangkut pada mulut satwa liar tersebut.
Setelah posisi di daratan, pria yang memegang ekor berusaha mengelus-elus tubuh buaya. Laki-laki bertopi tersebut selanjutnya duduk di atas badan buaya. Kedua tangannya menggenggam kedua kaki depan buaya. Setelah itu, perlahan-lahan ia melepas jaring yang tersangkut pada kepala hewan melata tersebut.
Saat pelepasan jaring dilakukan, buaya terlihat tidak melawan. Sesekali, pria tersebut mengusap-usap muka buaya, termasuk kedua bola matanya. Seorang laki-laki lain memegang ekor. Setelah berhasil dilepas jaring, buaya dibawa ke habitatnya.
"Masyarakat Desa Gampong Baru, Aceh Jaya, selamatkan buaya yang terkena jaring nelayan. Mereka kemudian melepaskan kembali ke habitat," kata Sapto kepada wartawan, Kamis (1/2/2018).
Penangkapan buaya itu dilakukan pada Selasa (30/1) kemarin. Menurut Sapto, masyarakat di sana ingin menjadikan lokasi habitat alami buaya sebagai lokasi wisata.
"Masyarakat desa juga membentuk kelompok wisata mangrove, dan ingin menjadikan buaya di habitat alaminya sebagai salah satu daya tarik," jelas Sapto. (asp/asp)











































