DetikNews
Kamis 01 Februari 2018, 12:15 WIB

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu Dolar AS Senilai Rp 3,9 Miliar

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu Dolar AS Senilai Rp 3,9 Miliar Pengungkapan kasus penangkapan Sindikat Pemalsu Dollar AS Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap sindikat pemalsu mata uang dolar Amerika Serikat (USD). Dari para pelaku, polisi menyita 3.000 lembar dolar AS pecahan 100 USD atau senilai Rp 3,9 miliar.

Kasus terungkap berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi uang palsu di depan SMP PGRI Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (18/1) lalu. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dan menangkap dua orang yakni AS dan DP.

"Saat ditangkap, kedua orang ini membawa 3.000 lembar uang kertas dolar AS pecahan 100 USD," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Pengungkapan kasus penangkapan Sindikat Pemalsu Dollar ASPengungkapan kasus penangkapan Sindikat Pemalsu Dollar AS Foto: Mei Amelia/detikcom

Kedua pelaku mengaku bahwa uang tersebut diperoleh dari tersangka YM. Polisi kemudian menangkap YM di rumah kontrakannya di Cibodas, Tangerang.


"Kemudian YM ini mengaku bahwa dia membeli uang tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta untuk 3.000 lembar uang dolar Amerika palsu tersebut," tuturnya.

Dari penangkapan YM, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tersangka R di Cibetok, Gunung Keler, Kebu, Tangerang, pada tanggal 23 Januari 2018. "R mengaku mendapatkan uang itu dari O (DPO)," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatkan bahwa para tersangka tidak menggunakan media sosial atau 'beriklan' untuk memperjualbelikan uang palsu itu.

"Jadi mereka sistemnya dari mulut ke mulut. Ini masih akan kami dalami terus untuk mencari tersangka O di mana dia memproduksi uang palsu ini," tutur Ade Ary.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus mengatakan, kemungkinan uang palsu itu digunakan untuk kejahatan lain.

"Kemungkinannya ini digunakan untuk menipu," ujar Agus.
(mei/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed