"Demokrat tentunya juga ingin di dalam Pemilu 2019 nanti mempunyai apakah calon presiden, apakah calon wakil presiden. Itu tentunya kita harapkan dari Demokrat," ujar Agus kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
"Kita mempunyai keinginan AHY ini menjadi next leader di dalam presiden ataupun wakil presiden," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini banyak kawula muda yang sangat menginginkan Indonesia ini diperintah ataupun mempunyai pimpinan nasional, jadi dipimpin oleh kawula muda. Tentunya kawula muda yang di sini mempunyai kecerdasan yang tinggi, juga mempunyai kemampuan yang tinggi, tidak salah juga mempunyai elektabilitas yang tinggi," sebutnya.
Terkait keinginan PD tersebut, Agus menyatakan partainya terbuka untuk koalisi. Ia melihat saat ini koalisi parpol untuk Pemilu 2019 masih cair.
"Kita tentunya open dengan partai mana saja karena sekarang ini koalisinya masih cair karena belum ada satu partai yang menunjukkan presidennya ini, wakil presidennya ini. Kan belum juga, semuanya masih cair, tentunya semuanya kita masih menentukan siapa-siapa koalisi dari parpol," tutur Agus.
Ia yakin akan ada tiga pasangan calon di Pilpres 2019. Hal ini, menurutnya, didasari syarat kursi DPR yang ditetapkan untuk pengusungan capres-cawapres.
"Kami yakini kelihatannya kalau menurut hitung-hitungan saya paling banyak sih tiga orang. Karena kalau sudah empat orang nanti nggak mencukupi 20 persen dari kursi DPR," pungkas dia. (gbr/gbr)










































