"Kalau saya punya pandangan begini, tidak ada sebuah kebijakan luar negeri yang tidak terkait dengan kepentingan domestik pemimpin negara itu. Tapi, di sisi lain sebenarnya kunjungan Jokowi ke Asia Selatan kemarin itu misi strategisnya jadi tertutup dengan berita-berita yang menurut saya menjadi kurang strategis," kata Hanafi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Hanafi kemudian menyoroti pemberitaan kunjungan Jokowi yang lebih menunjukkan hal lainnya seperti soal salju, anti peluru, hingga menjadi imam salat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hanafi, seharusnya pemberitaan terkait misi perdagangan hingga misi investasi yang ditonjolkan dari kunjungan tersebut. Meski begitu, Hanafi mengutarakan, dirinya tetap mengapresiasi apapun yang dilakukan oleh Jokowi.
"Kalau kita punya misi perdagangan, misi ekonomi, misi investasi, nah kita harus bisa meyakinkan negara Asia Selatan di luar India itu untuk lebih mau kerjasama dengan kita karena kita dianggap bisa lebih kompetitif, lebih efisien dari Cina, misalnya. Mestinya misi itu yang lebih menonjol dari pada urusan hujan salju dan anti peluru. Tapi ya sudahlah. Saya kira apa pun yang dilakukan presiden kita apresiasi," ungkapnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi berkunjung ke Afghanistan saat ibu kota negara itu baru saja mengalami serangan bom yang menewaskan 103 orang. Kesuksesan kunjungan itu membuat pejabat yang mengiringi Jokowi bersyukur.
Pemberitaan terkait hujan salju yang menyambut Jokowi saat tiba di Afghanistan serta Jokowi yang memimpin salat berjamaah pun mendapat perhatian lebih. Tak hanya itu, Jokowi yang enggan dikenakan rompi anti peluru pun kerap menjadi sorotan warga net. (yas/nvl)











































