"Soal Palestina, tadi kita mendorong supaya bagaimana kalau misalnya Bu Menlu atau Kemenlu itu juga bisa mengangkat atau menunjuk seorang dubes untuk Palestina. Selama ini kan kita secara resmi baru punya konjen (konsulat jenderal) di Ramalla yang tahun lalu diresmikan di Yordania," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais usai rapat dengan Menlu Retno Marsudi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
"Nah bagaimana caranya kita ini punya kebijakan terhadap kemerdekaan Palestina secara lebih konkrit dengan langkah diplomatik punya dubes untuk Palestina," imbuh politikus PAN itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanafi menuturkan, usulan menunjuk seorang dubes untuk Palestina merupakan salah satu terobosan positif. Ia menyebut meski akan sulit untuk berkantor di wilayah Palestina, namun hal itu bukan halangan untuk melakukan tugas-tugas dukungan dalam bidang politik maupun ekonomi.
"Memang kemungkinan sangat kecil untuk bisa berkantor di Palestina karena pasti akan diblok oleh Israel. Tapi bahwa kita mendeclare punya dubes untuk Palestina bisa berkantor di sini atau melakukan tugas-tugas keliling menggalang dukungan politik maupun ekonomi tentu itu sebuah terobosan yang positif," tutup Hanafi. (yas/elz)











































