DetikNews
Rabu 31 Januari 2018, 13:24 WIB

BIN Gandeng ITB untuk Riset Teknologi Intelijen

Ahmad Toriq - detikNews
BIN Gandeng ITB untuk Riset Teknologi Intelijen Foto: Kantor BIN (Istimewa)
Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan inovasi teknologi intelijen. Termasuk pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan siaran pers BIN, penandatanganan kerja sama itu dilakukan pada Rabu (31/8/2017) siang di Gedung Aula Timur Kampus Ganesha kampus ITB. Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan dan rektor ITB Kadarsah Suryadi hadir dalam penandatanganan ini.

Perjanjian kerja sama diteken untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan inovasi teknologi untuk kepentingan intelijen. Dalam acara tersebut, terdapat Nota Kesepahaman dan sekaligus 3 (tiga) dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dokumen Nota Kesepahaman antara BIN dan ITB memuat komitmen kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, riset inovasi, dan manajemen di bidang teknologi intelijen.
Secara lebih detail Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA menyampaikan bahwa, setelah penandatangan Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pengembangan produk dan riset inovasi dalam bidang teknologi intelijen.

Perjanjian yang ditandatangani pada saat yang bersamaan dengan Nota Kesepahaman tersebut menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun sistem penunjang intelijen di Indonesia, khusus nya dengan memanfaatkan produk teknologi intelijen yang mutakhir dan inovatif. Sebanyak 26 topik riset inovasi di ITB akan dikembangkan menjadi produk-produk yang mampu mendukung teknologi intelijen BIN, termasuk diantaranya teknologi telekomunikasi, sensor biologi, dan advanced material technology.

Sementara itu, dokumen kedua perjanjian tersebut memuat kolaborasi yang fokus pada kerjasama pengembangan 18 produk dan riset inovasi dalam bidang teknologi intelijen siber, seperti threat detection dan cyber forensic. Selain kerjasama pengembangan produk, turut ditandatangani pula perjanjian kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia.

Dalam perjanjian bidang pengembangan sumber daya manusia tersebut, terdapat 8 (delapan) jenis pelatihan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan sumber daya di BIN dalam berbagai aspek, termasuk diantaranya teknologi siber, organisasi, dan big data analysis.
(fjp/jbr)
bin
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed