DetikNews
Rabu 31 Januari 2018, 12:34 WIB

RI-Timor Leste Targetkan Perundingan Batas Darat Rampung Tahun Ini

Seysha Desnikia - detikNews
RI-Timor Leste Targetkan Perundingan Batas Darat Rampung Tahun Ini Foto: Menlu Timor Leste menemui Menlu Retno Marsudi (Seysha Desnikia/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi dan Menlu Timor Leste Aurelio Guterres berencana akan menyelesaikan negosiasi perbatasan darat antarnegara. Dua negara menargetkan perundingan batas negara rampung tahun ini.

"Kalau bisa untuk tahun ini perundingan itu bisa diselesaikan. sambil jalan, kita juga mulai dengan perundingan maritim karena ada sektor yang ada di utara dan selatan," kata Retno di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Negosiasi dua titik perbatasan darat yang belum terselesaikan antara kedua negara tersebut adalah di Noel Besi-Citrana dan Bijael Sunan-Oben. Perbatasan Noel Besi-Citrana merupakan wilayah yang berada di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Ambeno yang merupakan bagian dari Wilayah Timor Timur.

Daerah ini dialiri Sungai Noel Besi yang bermuara di selat Ombai di mana sejak jaman Portugis aliran sungai mengalir di sebelah kiri daerah sengketa. Oleh karena adanya perubahan iklim sepanjang tahun/perubahan alam, menyebabkan aliran sungai bergeser ke arah kanan daerah sengketa yang merupakan lahan pertanian subur dan lahan tersebut merupakan warisan turun temurun dengan batas sungai Noel Besi yang sekarang ada.

Sedangkan Bijael Sunan-Obel merupakan wilayah perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara yang menjadi bagian dari Indonesia dengan distrik Oecusse yang merupakan bagian Timor Leste. Luas wilayah ini 142,7 hektar namun tidak berpenduduk.

"Kami membahas isu perbatasan dan kami sepakat untuk lebih mengintensifkan komunikasi dan negosiasi untuk dua unresolved segment di Noel Besi-Citrana dan Bijael Sunan-Oben. Untuk itu, Joint Border Committee dapat segera melakukan pertemuan kembali dalam waktu dekat," papar Retno

Retno menyebut akan segera memulai perundingan dari bagian utara. Hal tersebut dilakukan karena di bagian selatan, Timor Leste masih melakukan perundingan dengan Australia.

"Di selatan kita belum memulai perundingan karena mereka sedang melakukan perundingan dengan Australia sehingga kita ingin agar bagian mereka dengan Australia diselesaikan terlebih dahulu, baru kita mulai bagian kita," kata Retno

"Sementara di utara tak ada negara lain yang terlibat di dalam perundingan, kecuali hanya Timor Leste dengan Indonesia. oleh karena itu kita sepakat untuk segera memulai perundingan," imbuhnya.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed