Indonesia menjadi salah satu negara yang bisa melihat gerhana bulan yang terakhir terjadi pada satu setengah abad lalu itu. Warga Jakarta juga bisa menyaksikan fenomena langka ini. Bahkan Pemprov DKI menyiapkan sejumlah lokasi khusus.
"Ada tujuh, yang gratis itu yang di TIM, Planetarium gratis, Ancol hanya masuknya saja. Pulau hanya kapalnya saja," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Tinia Budiarti di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerhana super blue blood moon di Indonesia bagian barat dicatat BMKG akan mulai terjadi sekitar pukul 17.50 WIB dan berakhir pada pukul 23.10 WIB, Rabu (31/1/2018). Puncak gerhana diprediksi BMKG berlangsung pada pukul 20.30 WIB.
Tujuh lokasi yang disiapkan Pemprov untuk menyaksikan gerhana bulan malam nanti adalah Planetarium TIM, Tugu Monas, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Taman Fatahillah Kota Tua, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah, Taman Impian Jaya Ancol.
Namun perlu diingat, Pemprov DKI hanya menyediakan lokasi bagi warga. Untuk lokasi yang memerlukan tiket, Pemprov DKI akan menggratiskannya. Warga harus menyiapkan peralatan sendiri untuk menyaksikan gerhana bulan. Lokasi-lokasi itu akan dibuka untuk warga sejak pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan menyaksikan fenomena trilogi super blue blood moon. Keduanya akan melihat langsung dari Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat.
"Besok ya. Insyaallah ke Kota Tua. Nanti kita cek," kata Sandiaga, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).
Jakarta sendiri diprediksi akan diguyur hujan saat gerhana terjadi. Namun jangan khawatir, super blue blood moon masih bisa dilihat meski hujan.
Lantas seperti apa tempat terbaik untuk bisa menyaksikan gerhana ini?
"Seluruh wilayah Indonesia bisa melihat. Tentunya pertama daerah yang terbuka karena diharapkan tidak ada gangguan, halangan dari benda sekitarnya," ujar Kepala Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo saat dihubungi, Selasa (30/1).
Untuk menyaksikan fenomena langka tersebut secara jelas, Mulyono menyebut akan sangat bagus bila cuaca cerah. Lalu, suasana gelap di sekitar tempat menonton juga menjadi faktor pendukung berikutnya.
Mulyono tidak bisa memastikan wilayah di Indonesia yang paling terbaik untuk menonton super blue blood moon. "Secara spesifik tidak bisa memastikan karena itu kan selalu bergerak. Okelah Jakarta pada saat jam tertentu akan jadi terbaik, tapi pada menit berikutnya, itu bergeser terus tempat kita melihat gerhana maksimum, kan bergeser terus, dari barat ke arah timur, timur, timur," tambahnya.
Jakarta sendiri terkenal akan gedung-gedung pencakar langitnya. Mulyono menyebut spot-spot di gedung tinggi dapat dipakai masyarakat Ibu Kota untuk menyaksikan gerhana tersebut.
"Saya rasa cukup menarik kalau misalkan bisa di puncak itu. Tapi catatannya jangan di sekitar kita cahayanya (terang), (itu) relatif agak berkurang, kan yang kita lihat kontrasnya," tutur Mulyono.
Gerhana ini akan terjadi cukup panjang, selama 5 jam 20 menit. Dalam peristiwa nanti, bulan akan terlihat lebih besar. Fenomena supermoon terjadi ketika saat purnama Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga ukuran Bulan ini menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya. Sementara itu, blue moon adalah Bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.
Proses gerhana Bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Proses gerhana berlangsung sekitar empat jam. Bukan hanya Jakarta saja yang bersiap untuk menyambut super blue blood moon.
Gerhana bulan total juga akan dinikmati di Ambon, Maluku. Matahari yang akan berwarna biru kemerahan itu bisa dilihat selama lebih dari satu jam di daerah ini.
Untuk wilayah Indonesia Timur, super blue blood moon akan dimulai pada pukul 19.48 WIT dan puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 22.29 WIT. Gerhana berakhir pukul 01.09 WIT, Kamis (1/2).
Untuk wilayah Maluku cuaca diperkirakan cerah berawan. Di mana tingkat ketutup awan 73 persen. BMKG memperkirakan warga di Maluku bisa menikmati gerhana bulan total.
(elz/bag)











































