Ribuan Anak Terancam Busung Lapar, Riau Tetapkan Status KLB
Sabtu, 18 Jun 2005 22:04 WIB
Pekanbaru - Penyakit busung lapar juga melanda Riau. Bahkan Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Kasus Luar Biasa (KLB) menyusul ditemukannya tiga balita yang mengalami busung lapar di Riau.Kondisi ini diperparah dengan ditemukannya sekitar 11.918 balita yang mengalami kondisi gizi buruk di Riau. Ribuan balita itu diindikasi terancam busung lapar."Pemprov Riau sudah melaporkan kondisi ini ke pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Ekmal Rusdy saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/6/2005), di Pekanbaru."Guna mengantisipasi ke arah busung lapar itu, Pemprov telah membentuk tim Pemantau Status Gizi (PSG,) di 1.000 Puskemas yang tersebar di seluruh daerah kabupaten dan kota," lanjut Ekmal.Meski demikian, jumlah 11.918 itu hanya mencapai 2,1 persen dari 567.545 orang anak-anak di Riau. "Jumlah ini masih lebih kecil daripada kasus gizi buruk secara nasional yang mencapai 8 persen," katanya.Pemprov Riau sudah mengalokasikan dana anggaran untuk penderita kasus gizi buruk, salah satunya dengan memberikan makanan tambahan. Dinas Kesehatan Riau juga telah memberikan dana untuk mengantisipasi 25 orang anak yang terancam menderita busung lapar."Masing-masing anak yang tergolong busung lapar kita berikan dana bantuan Rp 10 juta," kata Ekmal.Munculnya berbagai kasus kesehatan pada balita di Riau ini, terutama disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan orangtua. Misalnya saja, masih banyak orangtua yang enggan memeriksakan balitanya ke Puskemas atau Posyandu terdekat."Bila orangtua mengerti kondisi anaknya, sebenarnya kasus gizi buruk ini bisa dipantau lebih dini. Tapi masalahnya, banyak diantara orangtua yang tidak bisa membedakan antara kondisi tidak sehat dengan kondisi anak sakit," katanya.Dari pantuan detikcom di lapangan, kondisi gizi buruk ini sebagian besar dialami masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Siak. Masyarakat yang hidup di pinggiran sungai yang membelah kota Pekanbaru itu, kondisi ekonominya pas-pasan.Lingkungan rumah-rumah mereka yang kumuh dan terbuat dari papan itu sering digenangi banjir. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat juga sangat rendah untuk selalu memeriksakan anaknya ke Posyandu.
(fab/)











































