Puluhan Balita di Poso Menderita Gizi Buruk
Sabtu, 18 Jun 2005 20:19 WIB
Poso - Tidak hanya sering dilanda konflik dan teror bom, Poso juga kini sedang menghadapi masalah tak kalah gawat. Sebanyak 36 balita di Labuan, Poso dinyatakan menderita gizi buruk.Lagi-lagi kondisi ekonomi warga setempat menjadi awal dari tak terpenuhinya gizi para balita setempat. Kondisi permukiman dan kesejahteraan ekonomi warga di daerah yang pernah rata dengan tanah akibat konflik itu, memang memprihatinkan.Rumah-rumah mereka hanya terbuat dari papan dan ada yang masih berlantai tanah. Sebagian besar warga setempat adalah nelayan tradisional.Camat Lage Rudi Rompas mengakui hal itu. Ada dua wilayah di kecamatan Lage yang dihantui gizi buruk, yakni Pandiri dan Labuan. "Total jumlah balita yang menderita gizi buruk itu masih akan didata lagi. Yang tercatat saat ini baru 36 Balita," kata Rudi, saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/6/2005).Menurut Ketua Posyandu setempat Nurhayati Laridja, gizi buruk itu dikarenakan kondisi ekonomi orang tua balita. "Juga karena Dinas Kesehatan jarang turun ke Labuan. Bahkan bidan desanya saja tinggal di kota," ungkapnya.Salah satu balita bernama Rian (2) yang merupakan anak Ny Rosna, beratnya kini terus menyusut. "Orang-orang Kesehatan sudah tahu soal ini, tapi sampai saat ini belum ada penangannya," kata ibu malang itu kepada wartawan, saat ditemui di Puskesmas Labuan, Poso.Dengan kondisi demikian, wajar saja jika bayi Rian mengalami hal itu. Ditambah karena orangtuanya maupun para orangtua lain di Poso mengaku hanya bisa memberi makan anaknya sehari sekali. Penghasilan suami Rosna yang nelayan, tak bisa memenuhi kebutuhan makan mereka.
(fab/)











































