Buntut Bentrok dengan Polisi
Rekan Pelaku Minta Ikut Diperiksa
Sabtu, 18 Jun 2005 18:21 WIB
Jakarta - Polisi telah menahan 47 orang pelaku perusakan kantor pemasaran perumahan Taman Permata Buana untuk diperiksa. Namun puluhan rekan para pelaku yang belum ditangkap, meminta polisi untuk memeriksa mereka juga.Sebagai rasa solidaritas terhadap rekan-rekannya yang ditangkap, puluhan massa yang menamakan diri Forum Komunikasi Antar Santri Seluruh Indonesia (Forkassi) itu, mendatangi Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Sabtu (18/6/2005). Mereka tiba sekitar pukul 14.00 WIB."Kenapa hanya mereka saja yang diperiksa, padahal banyak yang hadir di tempat kejadian, termasuk kami," tanya juru bicara Forkassi Tito Key kepada seorang polisi yang menemui mereka di depan pintu masuk gedung Bareskrim Polda."Mereka ini diperiksa sebagai apa? saksi, tersangka atau korban. Mereka korban, jangan dipaksa diperiksa," lanjut Tito dengan nada meninggi.Seperti diketahui, sekitar 300 orang menyerbu dan merusak kantor pemasaran perumahan di jalan Kembangan Utara, Jakarta Barat itu. Ratusan polisi yang sudah berjaga-jaga di perumahan itu, meminta mereka membubarkan diri.Karena tidak diacuhkan, polisi pun menyerbu mereka sehingga terjadi bentokan yang menyebabkan puluhan orang terluka. Polisi pun menangkap sekitar 47 orang pelaku dalam insiden yang berawal atas perebutan tanah perumahan tersebut.Atas kedatangan puluhan rekan pelaku itu, polisi jadi kebingungan. Polisi yang sempat ditanyai massa tersebut, akhirnya memberikan secarik kertas dan sebuah pulpen. Ia meminta orang-orang yang ikut terlibat dalam kejadian itu untuk menulis nama dan datanya agar bisa diperiksa.Puluhan orang itu pun ramai-ramai menulis namanya di kertas tersebut. Namun aksi solidaritas mereka terhenti saat sekitar 10 orang polisi mengusir mereka dengan alasan mengganggu suasana di gedung Bareskrim.Para polisi berpakaian hitam dengan tulisan Gegana (pasukan anti bom) yang membawa senjata laras panjang itu, mengarahkan massa Forkassi ke arah tempat parkir Polda. Akhirnya, sekitar pukul 17.30 WIB, massa pun membubarkan diri dari Polda Metro Jaya.
(fab/)











































