Dua Balita Kurang Gizi Dirawat di RSUD Mojokerto
Sabtu, 18 Jun 2005 15:41 WIB
Mojokerto - Korban gizi buruk terus bertambah. Sejak tadi malam, RSUD Kota Mojokerto merawat dua balita yang diduga mengalami kurang gizi. Bocah malang itu adalah Nadia (20 bulan) asal Kemalgi Kabupaten Mojokerto dan Yulia Nur Azizah (23 bulan) asal Desa Desa Kranggan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto. Nadia, adalah anak nomor dua dari pasangan Suparto dan Musfia dari Desa Bendung Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Sedangkan, Yulia adalah anak nomor 6 dari pasangan Bambang Trihandono dengan Khusnul asal Kranggan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto.Kedua orang tua balita tersebut mengaku, selama ini anak-anaknya makan dengan menu seadanya, karena kondisi ekonomi mereka yang pas-pasan. Kedua orang tua balita tersebut adalah pekerja buruh."Saya memberi makan anak saya biasa, ya nasi, kadang ikan mujair, sayur, dan minum ASI. Namun kondisinya juga begitu," ungkap Bambang, ayah Yulia saat ditemui di Rumah Sakit, Sabtu (18/6/2005).Bambang yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini mengakui jika selama Yulia di kandungan hingga lahir, istrinya memang jarang membawanya ke Posyandu. "Betul. Istri saya jarang membawanya ke Posyandu," katanya.Ditemui terpisah, Suparto ayah Nadia mengatakan, sebagai buruh tani, penghasilannya setiap harinya tidak lebih Rp 10 ribu. Namun makanan yang dikonsumsinya dianggap wajar dan memenuhi kadar vitamin yang cukup.Hasil pemeriksaan sementara yang diperoleh, Nadia memiliki berat badan 7,2 kg, sedang Yulia memiliki berat badan 7 kg. Kedua tulang tangan dan kaki balita tadi diduga mengecil, serta kelompak kedua mata penderita tadi agak cekung, kulitnya keriput.Pada bagian tulang kaki, tangan diduga mengecil. Kekeriputan kulit tadi belum diketahui apakah sudah memenuhi standar gizi buruk atau tidak. Kabar yang diperoleh dari salah seorang petugas setempat, kedua balita itu akan menjalani pemeriksaan yang lebih serius, Senin mendatang.
(qom/)











































