DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 12:36 WIB

PKS Puji Jokowi yang Jadi Imam Salat di Afghanistan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
PKS Puji Jokowi yang Jadi Imam Salat di Afghanistan Presiden Jokowi di Afghanistan (Foto: Reuters/Massoud Hossaini)
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memuji kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Afghanistan di tengah konflik negara tersebut. Menurut Hidayat, tindakan Jokowi inspiratif.

"Satu hal yang luar biasa, Presiden RI ada yang kedua kali datang ke Kabul, Afghanistan, dan jadi imam, dan melakukan fungsinya dengan baik. Ini satu hal yang sangat inspiratif," kata Hidayat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).

Kedatangan Jokowi ke Afghanistan diharapkan dapat menjadi pemersatu dan membekas di mata pimpinan Afghanistan. Apalagi, Jokowi sempat menjadi imam salat di saat berkunjung ke sana.

"Nanti dengan fungsi beliau menyatukan dan jadi imam bahkan makmumnya Presiden Afghanistan dan sebagainya, mudah-mudahan akan membekas tentang betapa seorang pemimpin tetap hamba Allah yang melakukan salat, jadi imam dan diikuti," ucapnya.


"Karenanya mudah-mudahan sifat semacam ini tetap terjaga dan menghadirkan kepemimpinan yang sesuai kepemimpinan seorang imam dalam salat," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi ke negaranya dalam kunjungan pada Senin kemarin. Kehadiran Jokowi yang diiringi hujan salju dinilai membawa berkah bagi hubungan kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Ashraf Ghani dalam pernyataan kepada media di Istana Presiden Agr, Kabul, Afghanistan, Senin (29/1). Dalam menyambut Jokowi, Presiden Ghani mengadakan upacara kenegaraan dengan suhu udara mencapai 1 derajat Celcius, diiring hujan dan salju.


"Kedatangan yang mulia tidak perlu membawa emas, tapi membawa hujan dan salju. Hujan dan salju merupakan berkah bagi kami. Salju dan hujan tidak pernah memilih akan turun pada orang kaya atau orang miskin," kata Presiden Ghani, seperti yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (30/1/2018).

Bey mengatakan, dalam kesempatan itu, Jokowi dan rombongan dijamu makan siang kenegaraan oleh Presiden Ghani. Jokowi mendapat penghargaan 'Medal of Ghazi Amanullah' atas keberanian dan keteguhannya dalam menciptakan perdamaian dan hubungan baik kedua negara.

"Terima kasih atas anugerah Medal Ghazi Amanullah. Medal ini akan menjadi spirit baru upaya meningkatkan hubungan bilateral dan perdamaian," ucap Jokowi sebagaimana disampaikan Bey.

[Gambas:Video 20detik]


(tfq/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed