33 Meninggal Akibat Busung Lapar, Gubernur NTT Marah-marah
Sabtu, 18 Jun 2005 12:38 WIB
Kupang -
Malang sekali negara ini. Korupsi terus merajalela tak kenal ampun hingga menguras uang rakyat puluhan triliunan rupiah. Di sisi lain, korban busung lapar terus berjatuhan. Data baru korban busung lapar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sudah 33 orang meninggal.Padahal data sebelumnya menyebutkan 3 orang tewas. Gubernur NTT Piet A Tallo pun marah-marah kepada para bupati karena tidak melapor kepadanya soal jumlah korban tewas yang mencapai puluhan orang itu. Piet A Tallo marah kepada para bupati, karena laporan yang diberikannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono korban busung lapar hanya 3 orang, berbeda dengan data yang terungkap hari ini.Piet menuding para bawahannya itu menyembunyikan data busung lapar. Dia meminta para bupati agar lebih transparan dalam mengungkapkan data busung lapar."Ini para bupati nganga aja tidak mau memberikan laporan sehingga saya laporkan kepada presiden yang meninggal baru tiga orang. Padahal jumlahnya 33 orang," kesal Piet A Tallo saat pertemuan dengan pemerintah pusat untuk melakukan rapat penanggulangan kekeringan dan busung lapar di Kupang, Sabtu (18/6/2005). Dalam pertemuan itu hadir Menko Kesra Alwi Shibab, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan para bupati di NTT.Data terbaru korban busung lapar di NTT terdapat 33 orang meninggal dunia. Dari angka tersebut, sebanyak 10 orang meninggal di RSUD WZ Yohanes, Kupang. Lalu 9 orang meninggal di Klinik Pengobatan Care Internasional Indonesia.Sebanyak 9 korban meninggal dari Klinik Care Internasional Indonesia terdiri dari 6 orang di Kabupaten Belu, 2 di Kabupaten Timor Tengah Utara dan 1 di Kabupaten Timor Tengah Tengah. Sedangkan 14 korban tewas lainnya hasil penghitungan Dinas Kesehatan Provinsi NTT,Dalam rapat ini juga diketahui total penderita gizi buruk dan kurang gizi itu mencapai 78 ribu balita yang tersebar di 16 kabupaten dan kota. Sementara penderita busung lapar sebanyak 302 orang.Alwi dalam pertemuan itu meminta gubernur dan bupati untuk merevitalisasi Posyandu dan Puskesmas. Lebih dari dari 70 persen Posyandu di NTT tidak berjalan. Sementara, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengharapkan pemerintah bisa menggunakan stok beras untuk orang miskin dan didistribusikan kepada kelurahan atau desa kurang mampu.
(mar/)










































