Busung Lapar Marak, Pengobatan Gratis Prioritas Subsidi BBM

Busung Lapar Marak, Pengobatan Gratis Prioritas Subsidi BBM

- detikNews
Sabtu, 18 Jun 2005 11:56 WIB
Karanganyar - Menyusul maraknya busung lapar, pengobatan gratis akan menjadi prioritas pertama kompensasi kenaikan harga BBM. Pengobatan gratis itu berlaku bagi warga miskin yang berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) kelas III."Pemerintah dan DPR memprioritaskan dana kompensasi kenaikan harga BBM untuk pengobatan gratis di Puskesmas dan RS kelas III untuk warga miskin," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Hal itu disampaikan SBY dalam sambutan pencanangan Pekan Kesehatan Nasional (PKN) di Lapangan Desa Bangsri, Kecamatan Karang Pandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2005). Selain untuk pengobatan gratis, prioritas kedua dana kompensasi BBM yakni untuk pendidikan gratis SD hingga SLTP. Presiden juga menandaskan, pemerintah terus menggalakkan pemberantasan KKN dan mengurangi kebocoran. Diharapkan dengan langkah-langkah itu, kemakmuran rakyat bisa terwujud.Presiden tidak ingin penyakit akibat kurang gizi itu terjadi lagi di Indonesia. Dia mengingatkan para pejabat agar benar-benar turun ke daerah-daerah untuk memperhatikan kondisi warganya. "PKN harus jadi titik tolak untuk mengenali semua persoalan kesehatan dan penyakit yang terjadi di masyarakat. Jangan lagi ada busung lapar karena ketidaktahuan orang tua," tandas SBY. 60 % Prasarana Kesehatan Tak BerfungsiSementara itu Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari menyatakan, saat ini berbagai penyakit mulai demam berdarah, campak, malaria hingga gizi buruk kembali merebak di masyarakat. Menurut Menkes, hal itu terjadi karena kurangnya pelayanan dan prasarana kesehatan. Data Depkes, sebanyak 60 persen prasarana kesehatan di masyarakat tidak berfungsi lagi. Prasarana yang tak lagi berfungsi terutama Posyandu. Padahal Posyandu merupakan sarana pelayanan masyarakat paling dasar dan pusat pemantau dan deteksi dini kesehatan masyarakat."Diperlukan revitalisasi Posyandu untuk peningkatan hidup bersih dan sehat. Tanpa Posyandu yang befungsi secara baik dan efektif, sulit terlaksana pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal," katanya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads