"Alhamdulillah hanya dua yang dirawat. Lima belas sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Lurah Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Andre Ravnic Pasaribu, saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2018).
Andre Ravnic Pasaribu (peci hitam) menjenguk anak-anak korban keracunan yang dilarikan ke RSUD Tarakan, Minggu (28/1) malam. (Foto: Dok. Istimewa) |
Anak-anak yang keracunan rata-rata berusia di bawah 10 tahun. Pesta ulang tahun itu digelar pada Minggu (28/1) siang kemarin. Andre mengatakan tidak ada dampak yang fatal akibat kejadian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre melanjutkan Polsek Tambora sudah menangani kejadian ini. Sampel makanan yang berupa nasi kuning itu pun telah diambil untuk diteliti.
"Sampel makanan sudah diserahkan ke pihak yang berwajib, dalam hal ini Polsek Tambora, sudah menangani, serta Puskesmas Tambora juga sudah ambil sampel makanan untuk diteliti lebih lanjut ada nggak permasalahan di makanan itu," ujarnya.
Andre Ravnic Pasaribu (peci hitam) menjenguk anak-anak korban keracunan yang dilarikan ke RSUD Tarakan, Minggu (28/1) malam. (Foto: Dok. Istimewa) |
Sebelumnya, polisi tidak mengetahui penyebab keracunan itu. Lima orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun sejauh ini belum ditemukan adanya unsur kesengajaan.
"Kita harus buktikan dulu Puslabfor, nanti hasil Puslabfor ya penyebabnya apa," kata Kapolsek Tambora Kompol Slamet Riyadi saat dihubungi terpisah. (idh/dha)











































Andre Ravnic Pasaribu (peci hitam) menjenguk anak-anak korban keracunan yang dilarikan ke RSUD Tarakan, Minggu (28/1) malam. (Foto: Dok. Istimewa)
Andre Ravnic Pasaribu (peci hitam) menjenguk anak-anak korban keracunan yang dilarikan ke RSUD Tarakan, Minggu (28/1) malam. (Foto: Dok. Istimewa)