31 Mobil Mewah Berkedok Bantuan Tsunami Diduga Selundupan
Sabtu, 18 Jun 2005 00:19 WIB
Medan -
Sebanyak 31 unit mobil yang berkedok bantuan untuk korban tsunami sampai sekarang tertahan di Belawan. Diduga, mobil-mobil mewah ini diselundupkan. "Saya kira indikasi (penyelundupan) itu ada," kata Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Rizal Nurdin kepada wartawan di sela-sela inspeksi mendadak (Sidak) ke Belawan, Medan, Jumat (17/6/2005). Jenis mobil yang dikirim atas nama Asia Rim Reliance (ARR) itu diantaranya Pajero dan Crown. Sebanyak 18 mobil diparkirkan di halaman Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Belawan. Sedangkan, 13 lainnya masih tersimpan dalam peti kemas di Terminal Unit Peti Kemas Pelabuhan Belawan. Rizal mengakui, memang ada indikasi mobil-mobil tersebut sengaja diselundupkan dengan kedok bantuan tsunami. "Sering orang menggunakan aji mumpung. Seolah-olah memasukkan bantuan untuk korban bencana Aceh dan Nias, padahal menyelundupkan barang," sesal Gubernur dari PDIP ini. Rizal pun mencontohkan kasus yang sama pada masalah kayu. Menurut Rizal, ada pihak yang memasukkan kayu ke lokasi bencana. Tetapi, ternyata tidak. "Jadi kita harus hati-hati. Meskipun, jangan akibat kehati-hatian kita bantuan jadi terhambat," ujar Gubernur Sumut periode 2003-2005 ini.Menurut Rizal, prosedur untuk menyalurkan bantuan ini sudah ada. "Kalau ada hambatan harus dikejar. Jangan pula kalau tak ada izin, tak ada satupun instansi yang mau mengejar," tukasnya.Berkaitan dengan nasib mobil tersebut, gubernur menyatakan akan menyurati Menteri Perdagangan. "Kalau memang Menteri Perdagangan tak mengizinkan, ya sudah. Jangan gara-gara kita tak mau mempertanyakan, lalu ini jadi besi tua," jelasnya lagi.Dalam sidak ini juga didapati banyaknya bantuan yang masih 'nongkrong' di Belawan. Dari data yang diperoleh, barang yang belum bisa dikeluarkan sebanyak 639 TEUs (Twenty Equivalent Units). Bahkan, dari salah satu peti kemas yang dibuka Rizal Nurdin, didapati beberapa bahan makanan yang masa expirednya tinggal 4 hari lagi.Ketika ditanyakan, benarkah banyaknya hambatan yang membuat bantuan sehingga distrubisunya tersendat di Belawan, Rizal pun mengakuinya. Menurutnya, dari laporan Bea Cukai masih ada pihak yang belum membayar peti kemas.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
