Pengamat: TVRI Sebaiknya Istirahat Selama 6 Bulan
Jumat, 17 Jun 2005 21:50 WIB
Jakarta - Televisi Republik Indonesia (TVRI) dianjurkan 'istirahat' selama enam bulan. Tujuannya, untuk merevitalisasi kembali imej TVRI. Saran itu dilontarkan Pakar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali usai seminar bertajuk "RRI bubar atau revitalisasi" di Auditorium Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2005). "TVRI sebaiknya revitalisasi imej besar-besaran. Revitalisasi ini kecuali pada, lokasi stasiun yang berbatasan dengan negara-negara lain, itu harus tetap dijalankan bahkan dengan revitalisasi khasnya sendiri," ujar Staf Pengajar Pascasarjana Komunikasi UI ini.Menurut Effendi, Radio Republik Indonesia (RRI) masih bisa diselamatkan dengan cara 'rawat inap'. Tapi kalau TVRI tidak bisa diselamatkan. "TVRI sudah sampai pada tahap ICU. Coba bayangkan, orang seperti Alex Komara sudah ikut menangani, tapi tetap tidak ada perkembangan berarti," kritik Effendi.Effendi mengungkapkan bahwa masalah utama TVRI adalah pada imejnya. Saat ini, justru dipertanyakan masyarakat yang masih menyimpan saluran TVRI. "TVRI sulit diselamatkan apabila hanya menggunakan gaya seperti RRI. RRI dibeberapa daerah masih produktif, TVRI sudah stuck," tegasnya.Dewan pengawas sebenarnya bisa mencegah intervensi dari pemerintah. "Kita justru harus hati-hati kepada tim-tim bayangan yang tidak mempunyai basis di undang undang," tukasnya lagi. Effendi memaparkan, saat ini banyak pihak yang curiga. Tim-tim ini digunakan untuk menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah. "Dalam hal ini, yang dikhawatirkan adalah Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informasi)," tambahnya lagi."Kalau dewan pengawas pusat dan daerah bisa bekerjasama dengan baik, menurut saya RRI dan TVRI bisa diselamatkan," ungkap praktisi komunikasi ini.Seminar dengan Keynote Speaker Menkominfo Sofyan A Djalil ini juga dihadiri oleh anggota Komisi I DPR Shidki Wahab, Ketua I Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Indra Bigwanto dan Tim Revitalisasi RRI dan TVRI Elmir Amien. Suasana seminar sempat memanas. Karyawan RRI Nurhandiyono menyatakan kekecewaannya atas pemilihan judul seminar. "Kami siap berdemo membela RRI apabila dibubarkan. RRI adalah radio hasil perjuangan pada jaman kemerdekaan," kecam Nurhandiyono.
(ism/)











































