DetikNews
Sabtu 27 Januari 2018, 11:20 WIB

Polisi Gelar Simulasi Ricuh Pilkada di Makassar

Ibnu Munsir - detikNews
Polisi Gelar Simulasi Ricuh Pilkada di Makassar Pasukan polisi bermotor siaga mengamankan massa (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar - Polres Pelabuhan Makassar bersama Kodim menggelar simulasi pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Taman Benteng Rotterdam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi massa yang anarki.

Skenario dimulai dengan ratusan massa yang mengamuk lantaran jagoannya kalah di Pilwalkot Makassar, dan menyerang kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan. Tak hanya saling lempar benda keras, aksi tersebut juga diwarnai aksi adu jotos antara petugas keamanan dan massa.

Massa kemudian menggeruduk KPU Makassar menuntut untuk pemilihan ulang karena ada indikasi kecurangan. Massa yang marah itu kemudian merangsek masuk ke barisan Dalmas Polres Pelabuhan Makassar.

Simulasi ricuh Pilkada di MakassarSimulasi ricuh Pilkada di Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Pasukan pengamanan dari TNI dan polisi berusaha menenangkan massa. Mereka mengerahkan pasukan bermotor dan water canon. Namun, massa yang mengamuk mulai menyerang pusat perbelanjaan, toko emas hingga Pertamina.

Setidaknya ada 1.000 personel gabungan TNI-Polri yang terlibat dalam simulasi ini. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan simulasi ini digelar sebagai antisipasi ricuh saat Pilkada nanti.

"Kami gelar simulasi pengamanan, kita antisipasi aksi anarkis dari massa paslon nanti, tapi kami berharap tidak terjadi," kata Dicky usai simulasi pengamanan Pilkada, Sabtu (27/1/2018).

Dicky berharap proses Pilkada di Sulsel berjalan lancar, aman dan kondusif. Ia berharap seluruh pasangan calon ikut menjaga keamanan selama proses pemilihan.

"Kami harap proses pilkada juga berjalan dengan aman dan lancar, paslon juga ikut menjaga situasi agar aman dan kondusif," ucap Dicky.



(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed