Skenario dimulai dengan ratusan massa yang mengamuk lantaran jagoannya kalah di Pilwalkot Makassar, dan menyerang kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan. Tak hanya saling lempar benda keras, aksi tersebut juga diwarnai aksi adu jotos antara petugas keamanan dan massa.
Massa kemudian menggeruduk KPU Makassar menuntut untuk pemilihan ulang karena ada indikasi kecurangan. Massa yang marah itu kemudian merangsek masuk ke barisan Dalmas Polres Pelabuhan Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Setidaknya ada 1.000 personel gabungan TNI-Polri yang terlibat dalam simulasi ini. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan simulasi ini digelar sebagai antisipasi ricuh saat Pilkada nanti.
"Kami gelar simulasi pengamanan, kita antisipasi aksi anarkis dari massa paslon nanti, tapi kami berharap tidak terjadi," kata Dicky usai simulasi pengamanan Pilkada, Sabtu (27/1/2018).
Dicky berharap proses Pilkada di Sulsel berjalan lancar, aman dan kondusif. Ia berharap seluruh pasangan calon ikut menjaga keamanan selama proses pemilihan.
"Kami harap proses pilkada juga berjalan dengan aman dan lancar, paslon juga ikut menjaga situasi agar aman dan kondusif," ucap Dicky.
(ams/ams)