DetikNews
Jumat 26 Januari 2018, 17:17 WIB

Nakhoda Speedboat Maut di Sungai Musi Menyerahkan Diri ke Polisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Nakhoda Speedboat Maut di Sungai Musi Menyerahkan Diri ke Polisi Foto: Nakhoda spedboat maut menyerahkan diri (Raja-detikcom)
Palembang - Sebanyak 13 penumpang tewas saat kecelakaan Speedboat KM Awet Muda di perairan sungai Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan. Edi Hartono (27), nakhoda yang sempat melarikan diri dan menjadi buronan polisi akhirnya menyerahkan diri setelah dihantui rasa bersalah.

"Hari ini pelaku yang merupakan nakhoda speedboat KM Awet Muda resmi menyerahkan diri. Selama pelarian lebih kurang tiga minggu ini, pelaku ternyata sembunyi di tempat saudaranya karena ketakutan dan dihantui rasa bersalah," kata Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Robinson Siregar, Jumat (26/1/2018).

Dikatakan Robinson, proses hukum akan tetap dilanjutkan meskipun pelaku yang merupakan warga Kecamatan Sungsang, Banyuasin, ini telah menyerahkan diri. Mengingat saat kejadian pelaku diduga kuat telah melanggar beberapa aturan pelayaran dan lalai yang mengakibatkan 13 penumpang tewas saat insiden maut terjadi.



Tidak hanya itu, dirinya memastikan gelombang tinggi menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan dan speedboat langsung patah. Untuk kecepatan yakni sekitar 40 knot dan telah melebihi standar kecepatan jika melihat kondisi cuaca yang buruk.

"Untuk proses hukum ya tidak ada perbedaan meskipun dia menyerahkan diri, tetap akan kita proses hukum. Selama pelarian ini pelaku ternyata sembunyi di tempat keluarganya yang ada di Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir," sambungnya.

Sementara Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel, AKBP Zahrul Bawadi mengatakan, atas insiden ini pihaknya hanya menetapkan Edi Hartono sebagai tersangka tunggal. Sehingga proses hukum akan ditangani di Polairud dan langsung dilakukan penahanan.

"Untuk kernet tidak bisa kita jerat atau pidana, karena dalam aturan pelayaran yang betanggung jawab itu adalah nakhoda atau serang dan dalam hal ini hanya Edi Hartono saja yang menjadi tersangka tunggal selaku nakhoda. Proses hukum akan kita tangani di Polairud," kata Zahrul Bawadi.

"Setelah kejadian pada 3 Januari lalu pelaku kan langsung kabur dan sudah kita keluarkan DPO saat itu. Sudah disampaikan pada pihak keluarga juga agar pelaku menyerahkan diri dan bersyukur dengan kesadaran diri akhirnya dia datang," tutupnya.

Sebagai pertanggungjawaban, pelaku akan dikenakan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian dan UU No 17/2008 tantang Pelayaran dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Kecelakaan itu terjadi pada 3 Januari lalu. Akibat kejadian itu, 13 orang penumpang tewas.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed